SOLO, MettaNEWS – Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka meninjau proyek Waterpark Tirtamas yang terletak di Kentingan, Jebres, Solo, Selasa (17/5. Proyek waterpark yang memanfaatkan tanah bekas Pondok Pesantren Persada Jurug ini merupakan proyek yang dibuat di masa kepemimpinan FX Hadi Rudyatmo pada Juli 2020.
Terlihat tak ada progres setelah dua tahun lamanya dibangun, Gibran nampak kecewa saat melakukan peninjauan. Dari pantauan MettaNEWS di lokasi, proyek ini nampak belum ada bangunan yang sudah jadi.
Kecewa dengan hal itu, Gibran yang melakukan peninjauan bersama Direktur Utama PT Arta Tirta Mulyo, Mulyono Sadeli ini mendesak agar pembangunan segera diselesaikan.
“Cek progres, pokoknya kita kejar. Kesuen ra ngopo-ngopo (kelamaan nggak ngapa-ngapain),” ucap Gibran saat ditemui di tengah-tengah pantauan di proyek Waterpark Jurug, Selasa (17/5/2022).
Proyek ini direncanakan selesai pada Desember 2022. Sehingga pihaknya pun akan terus mengejar pemenang lelang senilai Rp 50 miliar ini agar proyek segera rampung.
Proyek yang dibangun di atas tanah dengan Hak Pakai (HP) Pemerintah Kota (Pemkot) Solo Nomer 116 ini merupakan hasil kerjasama yang terjalin selama empat tahun.
“Iya itu Hak Pakai. Saya cuma ngoyak-oyak (mengejar) saja biar cepat selesai,” terang Gibran.
Memanfaatkan lahan seluas 39.015 meter persegi, dari total lahan HP Nomor 116 seluas 74.600 meter persegi ini disebutkan Gibran mengalami kendala pada kontur tanah.
“Kontur tanah dan lain-lain,” ucapnya singkat.
Dari proyek ini, Pemkot Solo seharusnya mendapatkan bagi hasil pengelolaan dengan persentase 20:80. Dengan kontribusi tetap per tahun Rp 200 juta, dan akan mengalami peningkatan sebesar 5 persen setiap tahunnya, serta keuntungan lain berupa pajak.
Menanggapi hal ini, Gibran menyebut pada tahun ke empat kerjasama harus bisa profit.
“Di tahun ke empat harus bisa profit. Udah itu saja,” harapnya.
Saat ditanyai awak media apakah proyek ini akan selesai pada 2024, Gibran menyebut tak akan selama itu.
“Nggak, Desember tahun ini selesai. Sudah bisa soft opening yang sebelah sana (Desember),” tambahnya.
Sementara untuk pembukaan lanjutan akan direncanakan pada tahun 2023. Gibran yang nampak geram dan kecewa pun tak mau menberikan pernyataan lebih.
“Ini belum selesai mau apa,” ucap Gibran.
Gibran yang pada saat peninjauan mengajak Direktur Utama Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) Bimo Wahyu Widodo ini berharap agar dapat bersinergi bersama.
“Ya makanya saya ajak Pak Bimo biar bisa sinergi sama Jurug,” terangnya.
Sementara itu, Direktur Utama PT Arta Tirta Mulyo, Mulyono Sadeli tak ingin menyebut besaran presentase progres proyek Waterpark Jurug.
“Presentase itu bisa dilihat bisa dijabarkan. Saya belum menghitung presentasenya. Jadi sesuai pembicaraan tadi dengan beliau (Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming) bahwa rencana soft opening itu bulan Desember dengan fase yang pertama ini,” ucap Mulyono saat ditemui usai peninjauan, Selasa (17/5/2022).
Mulyono menyebut proyek waterpark ini terkendala karena kontur tanah.
“Kendala teknis karena tanah dari depan itu turun sampai ke belakang 17 meter. Kalau kolam renang itu harus datar sehingga kita harus membuat trap-trap gitu,” jelasnya.








