Jateng Kirim 10 ASN Perencana Kuliah S2-S3 Lewat Beasiswa Bappenas, Perkuat Kualitas Pembangunan Daerah

oleh
oleh

JAKARTA, MettaNEWS – Sebanyak 10 ASN Jawa Tengah berhasil lolos program beasiswa cost sharing Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas untuk melanjutkan pendidikan jenjang magister (S2) dan doktor (S3).

Program yang baru pertama kali diselenggarakan Bappenas ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kapasitas perencana pembangunan di daerah sekaligus memperkuat penerapan sistem merit di lingkungan birokrasi.

Para penerima beasiswa akan menempuh pendidikan di Universitas Gadjah Mada, Universitas Diponegoro, Universitas Padjadjaran, dan Universitas Airlangga.
Asisten Administrasi Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Dhoni Widianto, mengatakan skema pembiayaan bersama tersebut menjadi solusi di tengah keterbatasan fiskal pemerintah daerah.

Dalam skema tersebut, biaya pendidikan ditanggung oleh Bappenas, sedangkan biaya hidup mahasiswa ditanggung pemerintah daerah melalui APBD.

“Program cost sharing ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan mutu ASN di Jawa Tengah. Dengan keterbatasan fiskal yang ada, skema ini sangat membantu karena Bappenas menanggung biaya kuliah, sementara biaya hidup ditanggung APBD daerah masing-masing,” ujar Dhoni usai mewakili Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menandatangani kesepakatan bersama program beasiswa cost sharing di Kantor Kementerian PPN/Bappenas, Jakarta, Selasa (28/7/2026).

Menurut Dhoni, peningkatan kompetensi ASN merupakan bagian dari komitmen Gubernur Ahmad Luthfi dalam memperkuat sistem meritokrasi di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Oleh karena itu, para penerima beasiswa nantinya akan kembali ditempatkan sesuai bidang keilmuan yang dipelajari agar ilmu yang diperoleh dapat langsung diterapkan dalam meningkatkan kualitas perencanaan pembangunan.

“Kami akan menempatkan kembali para penerima beasiswa sesuai kompetensi dan bidang ilmunya. Harapannya, mereka mampu memperkuat kualitas perencanaan pembangunan sekaligus mendukung Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dan visi pembangunan Jawa Tengah,” katanya.

Salah seorang penerima beasiswa, Bhakti Damar Jati dari Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Provinsi Jawa Tengah, menyambut baik program tersebut. Menurutnya, beasiswa ini bukan sekadar bantuan pendidikan, melainkan investasi pemerintah dalam meningkatkan kapasitas ASN.

“Semoga setelah menyelesaikan pendidikan kami dapat mengabdi lebih baik, meningkatkan pelayanan publik, serta menghasilkan perencanaan pembangunan yang semakin berkualitas,” ujarnya.

Pada tahun 2026, Bappenas menetapkan ratusan penerima karyasiswa melalui berbagai skema. Rinciannya meliputi 49 beasiswa internal, 56 beasiswa afirmasi jenjang S2, 35 beasiswa cost sharing, serta sejumlah beasiswa untuk studi di Australia dan Singapura.

Sementara itu, Menteri PPN/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, menegaskan bahwa kualitas sumber daya manusia merupakan faktor utama dalam menentukan keberhasilan pembangunan.

Menurutnya, kekayaan sumber daya alam tidak akan memberikan manfaat optimal apabila tidak didukung SDM yang kompeten.

“Pembangunan harus dimulai dari pendidikan. Merencanakan pembangunan memang terlihat mudah, tetapi menyusun rencana yang berkualitas membutuhkan kemampuan dan kompetensi yang kuat. Kami ingin menularkan kapasitas itu kepada daerah-daerah, termasuk Jawa Tengah yang telah menunjukkan praktik perencanaan pembangunan yang baik,” tutur Rachmat.