SOLO, MettaNEWS – Kabar gembira bagi yang ingin berkunjung ke Solo Safari. Pasalnya tiket presale Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) senilai Rp 20.000 dapat digunakan untuk berkunjung ke Solo Safari tanpa biaya tambahan.
Yang mana pihak Perumda TSTJ dahulunya menjual tiket tersebut untuk membantu pakan satwa saat pandemi Covid-19. Sehingga pengunjung pun bisa menggunakan tiket ini saat TSTJ kembali buka. Namun bulan September 2022 TSTJ tutup lantaran revitalisasi.
Hingga akhirnya TSTJ yang berubah nama menjadi Solo Safari akan buka kembali. Pengunjung yang sudah membeli tiket presale pun tak perlu risau. Sebab Deputi Direktur Taman Safari, Hans Manansang mengatakan tiket presale tersebut berlaku saat Solo Safari buka pada Jumat 27 Januari 2023.
“Sudah terjual waktu itu jadi kami akan terima tiket tersebut khusus. Tapi tetap kami tentukan hari-harinya agar nggak tabrakan dengan pengunjung yang lain,” ujanya usai tinjaun Presiden Jokowi ke Solo Safari, Senin (23/1/2023).
Hans menuturkan jumlah tiket presale tersebut mencapai 74 ribu. Meskipun saat ini tiket Solo Safari berkisar Rp 40 ribu hingga Rp 60.000 namun tiket presale tersebut bisa langsung berlaku tanpa biaya tambahan.
“Masih banyak ada 74 ribu. Nanti akan kami bagi datangnya kapan, akan kami atur. Kami harapkan tahun ini selesai. Saya sudah janji dengan Mas Wali dengan Pemkot tetap kami terima. Karena mereka sudah membayar. Tidak ada tambahan,” tukasnya.
Syarat Pemakaian Tiket Presale TSTJ untuk Solo Safari
Berdasarkan Instagram @perumdatstj, tiket Perumda TSTJ tersebut dapat berlaku dengan syarat dan ketentuan sebagai berikut:
- Tiket dapat berlaku mulai tanggal 30 Januari 2023 sampai dengan 19 April 2023.
- Tiket tidak dapat digunakan pada hari Jum’at, Sabtu & Minggu ataupun tanggal merah atau hari libur nasional lainnya.
- 1 (satu) tiket berlaku untuk (satu) orang dan untuk 1 (satu) kali kedatangan.
- Wajib membawa tiket masuk yang sudah terbeli.
- Batas maksimal penggunakan tiket adalah tanggal 19 April 2023 dan tiket yang tidak digunakan setelah tanggal 19 April 2023 akan dianggap kedaluarsa dan tidak akan mendapat pengembalian dana.








