21 Tahun Kasih Tak Pernah Padam, Perjalanan Panti Asuhan Karuna Menyalakan Harapan

oleh
oleh
Pengurus Perkumpulan Kasih Karuna Surakarta | MettaNEWS / Puspita

SOLO, MettaNEWS – Suasana khidmat dan penuh kehangatan menyelimuti Aula Panti Asuhan Karuna di Jalan Raya Songgolangit No. 1 Gentan, Selasa, 7 April 2026 malam. Hari itu, keluarga besar Perkumpulan Kasih Karuna Surakarta merayakan Misa Syukur Ulang Tahun ke-21—sebuah momentum yang bukan sekadar menandai usia, melainkan perjalanan panjang penuh kasih, perjuangan, dan harapan.

Di tengah rangkaian perayaan, Ketua Perkumpulan Kasih Karuna Surakarta, Sumartono Hadinoto, menyampaikan refleksi mendalam tentang makna perjalanan 21 tahun tersebut.

“Hari ini kita berkumpul bukan sekedar untuk merayakan ulang tahun Panti yang ke-21 tahun. Kita berkumpul untuk merayakan setiap tawa yang selalu ada di dalam Panti ini dan setiap mimpi yang perlahan mulai tumbuh menjadi nyata,” tuturnya.

Ia menegaskan, keberadaan panti tidak lepas dari peran banyak pihak.

“Kepada para suster dan bruder terima kasih karena telah menjadi orang tua, guru sekaligus sahabat bagi anak-anak kita. Kepada para donatur dan sahabat Panti kehadiran Bapak Ibu adalah bukti nyata bahwa mukjizat itu ada melalui tangan umatnya,” lanjutnya.

Kepada anak-anak panti, Sumartono memberi pesan penuh haru.

“Dan untuk anak-anakku di usia ke-21 panti kita ini kalian adalah ibarat permata yang berwarna pink menurut Romo Edi dan yang paling berkilau. Jangan pernah merasa sendiri. Kalian memiliki kami, kalian memiliki satu sama lain dan kalian memiliki masa depan yang menjanjikan,” tuturnya.

Dalam kesempatan itu, ia juga menuturkan sejarah panjang berdirinya Panti Asuhan Karuna. Berawal dari Radio Metta yang didirikan 22 tahun lalu oleh Rm. Mardi Widayat, komunitas ini berkembang menjadi ruang lintas iman yang inklusif.

“Setahun kemudian Bu Indira (salah satu pengurus) bertemu dengan Suster MASF dan dari situlah muncul ide mendirikan panti asuhan tanpa membedakan suku, agama, ras, dan golongan,” jelasnya.

Sumartono mengenang bagaimana awal perjalanan yang tidak selalu mudah.

“Pada awal-awal panti berdiri saldo kami hanya 70 juta. Padahal kebutuhan setahun bisa mencapai satu miliar. Tapi Tuhan sangat luar biasa, semuanya tetap berjalan selama 21 tahun,” ungkap Sumartono.

Ia juga menyampaikan tiga rahmat yang dirasakan selama perjalanan ini.

“Rahmat pertama adalah untuk memulai dengan baik. Kedua adalah tetap setia menapaki jalan yang sudah dipilih. Dan rahmat ketiga yang paling besar adalah tetap setia pada tujuan meskipun dalam keadaan tidak baik,” katanya.

Kini, Panti Asuhan Karuna telah melayani sekitar 67 anak dengan berbagai latar belakang. Meski telah memiliki tiga gedung, mimpi besar masih ingin diwujudkan.

“Kami masih punya mimpi untuk merenovasi atau membangun gedung panti putri agar lebih representatif,” tambahnya.

Sementara itu, Pimpinan Panti Asuhan Karuna Putri, Suster Hilari, mengungkapkan rasa syukur atas perjalanan pelayanan yang terus bertumbuh.

“Rasa syukur bahwa karya ini sungguh diberkati dan diberi banyak rahmat oleh Tuhan, lewat pribadi-pribadi, keluarga-keluarga, bahkan lintas agama yang memiliki kepedulian,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa masa depan bangsa juga ditentukan oleh anak-anak yang dibina hari ini.

“Kami selalu mengatakan kepada anak-anak bahwa wajah gereja masa depan dan wajah bangsa masa depan sangat ditentukan oleh wajahmu hari ini,” kata Suster Hilari.

Hal senada disampaikan Pimpinan Panti Asuhan Karuna Putra, Bruder Raymond, BM. Ia menyebut perayaan ini sebagai momentum yang istimewa.

“Saya melihat ini adalah momen yang luar biasa, karena baru pertama kali kami merayakan ulang tahun perkumpulan kasih karuna, bukan hanya panti asuhan,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para donatur yang telah setia mendukung.

“Kami juga menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya atas kepercayaan yang diberikan kepada kami, dan kami berharap kita bersama-sama berjuang untuk kesejahteraan anak-anak yang dipercayakan kepada kami ini yang jumlahnya 67 orang,” tuturnya.

Di balik perayaan sederhana itu, tersimpan kisah tentang ketekunan, iman, dan solidaritas. Dari keterbatasan hingga mampu bertahan lebih dari dua dekade, Perkumpulan Kasih Karuna Surakarta menjadi bukti nyata bahwa kasih yang dirawat bersama dapat menjadi kekuatan besar.

Perayaan ini pun menjadi pengingat bahwa perjalanan belum selesai. Masih ada mimpi yang harus diwujudkan, terutama menghadirkan fasilitas yang lebih layak bagi anak-anak putri. Namun dengan semangat kebersamaan yang telah terbangun selama ini, harapan itu tetap menyala.

Di usia ke-21, Panti Asuhan Karuna bukan hanya menjadi rumah bagi puluhan anak, tetapi juga menjadi simbol bahwa kepedulian lintas iman dan gotong royong mampu menghadirkan masa depan yang lebih cerah.