Dua Malam Pentas Surat Cinta untuk Mama Membawa Semangat Baru Anak Panti Asuhan

Pentas drama musikal Surat Cinta untuk Mama di The Park Mall, Sabtu (12/11/2022) | MettaNews/Yohanes Ronny

SOLO, MettaNEWS – Alur ceritanya sederhana, seorang gadis cilik Bernama Gendis, kehilangan orangtuanya dalam kecelakaan lalu lintas, kemudian terpaksa menjadi penghuni panti asuhan.

Dinamika kehidupan Gendis, awalnya menggambarkan pribadi yang terbelit kemarahan atas nasibnya menjadi yatim piatu. Namun, proses dari lingkungannya menumbuhkan kesadaran dan semangat baru. Gendis pun menjadi sosok yang bersemangat, penuh suka cita menyongsong masa depan.

Drama musikal Surat Cinta untuk Mama, adalah buah kerja keras dan latihan maraton anak-anak Panti Asuhan Karuna Putra dan Putri Solo. Hanya sekitar 1,5 bulan waktu mereka belajar di bawah arahan awak Yayasan Prima Unggul, panti asuhan di Jakarta yang sejak tahun 2011 mampu mandiri karena mengembangkan aneka bisnis dan keterampilan.

Sumartono Hadinoto, Komisaris Utama Yayasan Metta Care Indonesia sekaligus pemimpin Panti Asuhan Karuna, tentang pentas drama di The Park Mall Solobaru selama dua hari, Jumat (11/11) dan Sabtu (12/11) malam mengaku puas melihat proses yang berjalan.

“Proses belajar masih panjang, anak-anak Panti Asuhan Karuna baru saja melihat sudut pandang yang berbeda tentang panti asuhan. Bahwa, dengan talenta dan potensi yang dimiliki, tidak tertutup kemungkinan bisa mandiri, bahkan menjadi berkat untuk sekitarnya,” jelasnya, Sabtu (12/11/2022) malam.

Selama 1,5 jam drama musikal mengalir dalam alur cerita yang kendati sederhana, namun gubahan musik dan lagu yang ditampilkan terasa segar dan berkelas. Pun, tata lampu dan tiga layar digital besar di latar belakang, mampu menampilkan berbagai suasana yang menghiasi sepanjang drama.

Sumartono menyebut, pihaknya juga mengundang sejumlah anak-anak panti asuhan dari berbagai yayasan. Pihaknya berharap semangat yang muncul dari pentas ini juga merasuk ke semua pihak.

“Karena saya ingin semangat dan sudut pandang baru ini, bisa menular seluas-luasnya. Kita lihat Yayasan Prima Unggul bisa mandiri, pentas drama mereka sudah tampil di berbagai tempat bergengsi. Juga ada sejumlah bisnis seperti catering, EO, dan sebagainya. Mari kita juga bergerak seperti mereka,” imbuhnya.