SOLO, MettaNEWS – Dai Champions Standardisasi Majelis Ulama Indonesia Pusat, Dwi Jatmiko, mengajak masyarakat menjadikan iman dan takwa sebagai fondasi utama membangun kampung yang berkah dan bahagia.
Pesan tersebut disampaikan dalam Salat Subuh Berjamaah dan Kajian Subuh bertema “Kunci Kampung yang Berkah dan Bahagia” di Masjid Al-Ikhlas Bayan Krajan, Kadipiro, Banjarsari, Kota Surakarta, Minggu (17/5/2026).
Dalam kajiannya, Ustaz Dwi Jatmiko yang juga guru Pendidikan Agama Islam SD Muhammadiyah 1 Ketelan itu mengingatkan pentingnya menjadikan seluruh aktivitas kehidupan sebagai bentuk ibadah kepada Allah SWT.
Ia mengutip penggalan Surat Al-An’am ayat 162, “Inna sholati wanusuki wamahyaya wamamati lillahi robbil alamin” yang berarti sesungguhnya salat, ibadah, hidup, dan mati hanyalah untuk Allah SWT.
“Sesungguhnya salatku, ibadahku, hidup dan matiku hanyalah kepunyaan Allah,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, ia mengajak jemaah merenungi dua konsep dasar dalam Islam yang tidak lekang oleh waktu, yakni iman dan takwa. Menurutnya, iman bukan hanya sekadar keyakinan di dalam hati, tetapi juga harus diucapkan dengan lisan dan dibuktikan melalui amal perbuatan.
Ia juga mengutip firman Allah dalam Surat Al-A’raf ayat 96 tentang keberkahan yang akan diberikan kepada suatu negeri apabila penduduknya beriman dan bertakwa.
“Seandainya seluruh penduduk suatu negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka keberkahan dari langit dan bumi. Maka kunci kampung berkah dan bahagia bisa diawali dengan gerakan WA, yaitu waosan Al-Qur’an atau membaca Al-Qur’an dan memahami artinya,” ajaknya.
Menurutnya, keberkahan dapat hadir dalam berbagai bentuk, mulai dari rezeki yang melimpah, kesehatan lahir dan batin, kemudahan menjalani kehidupan, hingga dimudahkan menunaikan ibadah umrah dan haji.
Di akhir pengajian, anggota Pimpinan Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani PDM Solo itu mengajak masyarakat untuk terus meningkatkan kualitas ibadah serta memperkuat kepedulian terhadap agama, sesama manusia, lingkungan, dan sistem kehidupan sosial.
Ia juga menekankan pentingnya membangun rumah tangga yang harmonis melalui salat yang khusyuk, komunikasi yang baik, dan saling menjaga dari perilaku yang dapat mendatangkan murka Allah.
“Semoga setiap pasangan mampu mengamalkan nilai-nilai keislaman, rumahku surgaku, sehingga rumah tangga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah bisa haji dan umrah dengan mudah,” tutupnya. pungkasnya.








