Dai MUI Pusat: Takwa Jadi Solusi Langit untuk Setiap Persoalan Hidup

oleh
oleh

SOLO, MettaNEWS — Kehidupan manusia bukan tentang hidup tanpa masalah, melainkan bagaimana menghadapi dan menyelesaikan setiap persoalan yang datang.

Pesan itu disampaikan Dai Champions Standardisasi Majelis Ulama Indonesia Pusat, Dwi Jatmiko saat mengisi Pengajian Rutin Aisyiyah yang digelar Pimpinan Ranting Aisyiyah Kampung Sewu di Madrasah Diniyah depan Masjid Jami’ Kampung Sewu Solo, Minggu (10/5/2026).

Dalam tausiyahnya, Dwi Jatmiko menegaskan bahwa setiap masalah pasti memiliki solusi selama manusia mau kembali kepada tuntunan Al-Qur’an dan sunnah.

Ia mengutip firman Allah dalam Surah At-Talaq ayat 2 yang menjelaskan bahwa Allah akan memberikan jalan keluar bagi siapa saja yang bertakwa.

“Setiap masalah pasti ada solusinya dari langit, jika kita mau kembali pada Al-Qur’an dan as-sunnah. Dan siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Allah menjadikan baginya jalan keluar,” kata Jatmiko.

Menurutnya, setiap manusia pasti menghadapi persoalan hidup. Namun orang beriman harus berani menghadapinya dengan meningkatkan ketakwaan dan berserah diri kepada Allah SWT.
Ia juga mengutip Surah At-Talaq ayat 3 tentang janji Allah memberikan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka bagi orang yang bertakwa.

“Dari kepasrahan dan usaha tersebut, Allah akan memberikan rezeki yang tak terduga,” jelasnya sambil tersenyum.

Guru Pendidikan Agama Islam di SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta itu juga mengajak jamaah memahami kandungan Surah Al-Anfal ayat 29 yang menjelaskan bahwa orang bertakwa akan diberikan “furqan” atau kemampuan membedakan antara yang benar dan salah.

Menurutnya, setiap persoalan kehidupan sejatinya dapat diselesaikan dengan meningkatkan ketakwaan, tanpa memandang status sosial maupun latar belakang seseorang.

“Bahwa setiap persoalan kehidupan sejatinya bisa diselesaikan dengan meningkatkan ketakwaan. Baik laki-laki maupun perempuan, kaya ataupun miskin, pejabat maupun rakyat biasa, seluruhnya memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pertolongan Allah SWT melalui ketakwaan,” paparnya.

Selain membawa keberkahan dan kemakmuran, lanjutnya, ketakwaan juga mampu menghadirkan ketenteraman dalam kehidupan sosial masyarakat, terutama dalam keluarga.

Sebaliknya, perilaku maksiat dan keingkaran dapat mengundang berbagai musibah, kemiskinan, penderitaan, bahkan kehancuran suatu negeri.

Ia kemudian menyinggung kandungan Surah Al-Isra ayat 16 yang menjelaskan bahwa kehancuran sebuah negeri dapat terjadi akibat kedurhakaan penduduknya, terutama ketika manusia terlena oleh kemewahan dan melupakan perintah Allah SWT.

Sebagai anggota Pimpinan Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani Kota Surakarta, Dwi Jatmiko berharap kegiatan pengajian rutin mampu memperkuat keimanan masyarakat sekaligus membangun akhlak yang baik.

“Semoga dengan istiqamah mengikuti pengajian mampu memperkuat iman, memperbaiki akhlak, serta menjadikan ketakwaan sebagai fondasi membangun bangsa yang damai, makmur, dan penuh keberkahan,” pungkasnya.