UNS Terapkan WFH Setiap Jumat, Dosen dan Tendik Tetap Layani Perkuliahan dan Praktikum

oleh
oleh

SOLO, MettaNEWS– Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta mulai menerapkan kebijakan work from home (WFH) bagi tenaga pendidik dan dosen setiap hari Jumat mulai pekan ini.

Kebijakan tersebut diharapkan mampu meningkatkan efisiensi sekaligus tetap menjaga kualitas layanan akademik bagi mahasiswa.

Wakil Rektor Bidang Sumber Daya UNS, Muhtar, menyampaikan bahwa pihaknya telah menerbitkan surat edaran terkait pelaksanaan WFH dan mendistribusikannya ke seluruh unit dan fakultas.

“Insya Allah minggu ini sudah kita mulai implementasinya. Saya pastikan suratnya hari ini keluar ke unit-unit,” ujar Muhtar usai membuka workshop benchmarking tenaga kependidikan bidang analis SDMA dalam Program Tendik Berdampak: Penguatan Kompetensi dan Profesionalisme Tahun 2026 di Solo, Selasa (7/4/2026).

Ia menjelaskan, masing-masing unit akan mengatur penugasan dosen dan tenaga kependidikan (tendik) yang menjalankan WFH, termasuk tetap memastikan pelayanan akademik seperti praktikum berjalan optimal.

Namun demikian, kebijakan ini tidak berlaku bagi tenaga pendidik dan dosen yang bertugas di laboratorium. Selain itu, evaluasi terhadap kebijakan WFH akan dilakukan secara berkala setiap pekan.

Bagi dosen yang telah memiliki jadwal perkuliahan pada hari Jumat, kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung. Perkuliahan dapat dilakukan secara daring, termasuk melalui platform virtual seperti Zoom.

“Jadwal mingguannya kita minta tiap minggu. Jadi jadwal WFH tiap minggu kita minta. Karena ada yang WFH ada yang tidak,” jelasnya.

Muhtar menambahkan, UNS saat ini memiliki ribuan tenaga pendidik dan dosen yang melayani sekitar 78.000 mahasiswa. Implementasi WFH pun akan berbeda di setiap fakultas, menyesuaikan karakteristik bidang masing-masing.

Fakultas seperti MIPA, pertanian, kedokteran, vokasi, hingga FKIP dengan jurusan sains memiliki kebutuhan berbeda dibandingkan bidang sosial yang relatif lebih fleksibel dalam penerapan WFH.

“Kalau yang sosial pada umumnya bisa. Yang jelas dalam satu minggu itu ada hak pegawai untuk WFH,” katanya.

Selain memberikan fleksibilitas kerja, kebijakan ini juga diharapkan mampu menekan pengeluaran operasional kampus, terutama pada sektor transportasi, serta konsumsi air dan listrik yang selama ini menjadi komponen terbesar di lingkungan UNS.