17 Tahun Solo Youth Club: Sempat Vakum 3 Tahun, Kembali Hadir dengan Semangat Baru

oleh
Solo Youth Club
Pengurus Solo Youth Club (SYC) mengikuti perayaan HUT ke-17 SYC bertajuk "Networking Night" di Platino, Grogol, Sukoharjo, Kamis (23/5/2024) | MettaNEWS / Adinda Wardani

SOLO, MettaNEWS – Setelah vakum selama 3 tahun, Solo Youth Club (SYC) kembali hadir di tengah-tengah masyarakat. Kehadirannya ini ditandai dengan perayaan 17 tahun SYC yang jatuh pada 20 Mei lalu.

Ketua SYC Tanu Kismanto menjelaskan, SYC di bawah naungan organisasi Perkumpulan Masyarakat Surakarta (PMS) lahir untuk mewadahi anak-anak muda untuk ikut serta dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.

“SYC lahir pada 20 Mei 2007, kami telah melewati 2 periode kepengurusan. Dan sempat kehilangan waktu hampir 3 tahun off karena pandemi,” ujarnya di tengah-tengah acara HUT ke-17 SYC di Platino, Grogol, Sukoharjo, Kamis (23/5/2024).

SYC yang juga sebagai forum komunikasi pengusaha dan profesional muda Solo ini juga merupakan wadah regenerasi keanggotaan PMS.

“SYC dibentuk untuk membentuk jaringan bisnis. Dan kita ingin menciptakan pengusaha-pengusaha muda yang peduli sosial kemasyarakatan. Teman-teman yang produktif ini disibukkan dengan karir dan rumah tangga sehingga lupa sosial kemasyarakatan. Ini mengapa kita bangun kembali. Karena networking itu penting,” terangnya.

Di HUT ke-17 SYC ingin menghidupkan kembali kegiatan-kegiatan seperti seminar enterpreneurship, event music, food festival dan bakti sosial.

“Di SYC Networking Nighy ini kita ingin reuni sambil perkenalan ketua baru yang terpilih, Andrew Sophian Putra. Sekaligus menyusun kegiatan ke depan” pungkasnya.

Wakil Ketua Umum PMS, Sumartono Hadinoto Sumartono berharap kembali aktifnya SYC dapat menumbuhkan regenerasi keanggotaan PMS yang mempunyai keikhlasan dan komitmen untuk bersosial kemasyarakatan.

“Saya selalu sampaikan hidup ini pilihan.  Kalau sudah memilih ya siap dengan segalanya. Tentunya kalau kita sudah mau ambil bagian kegiatan sosial karena sebetulnya berbagi dan melayani itu menjadi saluran berkah,” ujarnya.

“Anak muda harus mulai berbagi sejak muda. Karena berbagi tidak menunggu kalau sudah tua atau pas sukses-suksesnya seseorang. Karena berbagi tidak harus materi, bisa tenaga pikiran pengalaman untuk kontribusi nyata berbagi,” pungkasnya.