13 Proyek Pembangunan Prioritas Gibran Molor hingga Tahun 2023

oleh
Balekambang
Gedung Wayang Orang Taman Balekambang dirubuhkan untuk direvitalisasi | MettaNEWS / Adinda Wardani

SOLO, MettaNEWS – 13 program prioritas pembangunan di Kota Solo molor. Beberapa proyek yang seharusnya pada akhir tahun ini sudah selesai tahap pertama dan dibuka tapi harus molor hingga tahun depan.

13 program prioritas itu meliputi studio. rekaman Lokananta, Taman Balekambang, Sentra IKM Mebel, Masjid Sheikh Zayed, Islamic Center, pembangunan Elevated Rail, revitalisasi Teknopark, revitalisasi Ngarsapura dan Gatot Subroto, Kebun Binatang Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ), selter Manahan, Museum Sains dan Teknologi Pedaringan, Pasar Jongke dan Taman Pracima Tuin Puro Mangkunegaran.

Keterlambatan penyelesaian pembangunan ini juga diakui Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka. Gibran menyebut ada beberapa proyek yang seharusnya rampung dan dibuka di akhir tahun 2022 tapi harus molor hingga tahun 2023.

Beberapa proyek ini diantaranya selter Manahan, studio rekaman Lokananta, TSTJ, tahap pertama Sentra Industri Kecil Menengah (IKM) Gilingan.

Gibran menyebut ada kendala yang membuat beberapa proyek tersebut harus tak kunjung rampung. Seperti, TSTJ atau saat ini Solo Safari, harus diundur pembukaannya di bulan Januari karena terkendala cuaca.

“TSTJ sebenarnya sudah siap, tapi mulai dibuka tahap pertama pada Januari mundur. Pracima Tuin di Puro Mangkunegaran selesai Desember, kita buka 21 Januari,” katanya ditemui di GKI Sangkrah, Rabu (21/12/2022).

“Selter Manahan sudah membayar penalti, rada mundur sithik (agak mundur sedikit), coba nanti tak lihat lagi,” ungkapnya.

Selanjutnya, proyek yang mundur dari rencana awal yakni soft launching studio rekaman Lokananta. Gibran mengatakan soft launching harusnya dilakukan pada bulan Desember 2022.

“Soft launching Desember mundur April karena ada masalah pembiayaan,” ucapnya.

Sedangkan sentra IKM yang ditarget selesai dalam 5 bulan saat ini masih dalam pembangunan. Untuk itu Gibran akan dikejar pada tahun depan dengan menggunakan APBD Kota Solo.

“2023 disambung dengan APBD, yang ini sudah selesai dari kementerian. Tahun depan disambung dengan APBD,” ujarnya.

Sedangkan proyek pembangunan Islamic Center yang awalnya dibangun pada tahun ini juga belum terlaksana lantaran terganjal lahan. Sebagai informasi, lahan yang hendak digunakan sebagai Islamic Center berada di utara Masjid Raya Sheikh Zayed Al-Nahyan namun masih ada rumah penduduk.

“Ada sedikit masalah lahan, kemarin. Tapi besok saya pastikan ya kalau saya sudah berangkat ke Abu Dhabi ya, tenang wae. Udah klir dengan Pangdam (lokasi Denbekang), ada sedikit. Pembebasan sebenarnya sudah di diskusikan, nanti tak diskusikan lagi kalau sudah berangkat, tenang wae, tujuan saya berangkat memang itu,” pungkasnya.