Melewati Batas Akhir Kontrak, Kontraktor Selter Manahan Terancam Denda Rp 10 Juta Per Hari

oleh
Selter
Kondisi selter pedagang di Jalan KS Tubun sisi barat Stadion Manahan Solo, Rabu (21/12/2022) | MettaNEWS / Adinda Wardani

SOLO, MettaNEWS – Kontraktor penataan selter pedagang Manahan terancam denda. Sebab proyek ini telah melewati batas akhir kontrak yang harusnya rampung pada 2 Desember 2022. Namun hingga 21 Desember 2022 proyek yang terletak di KS Tubun sisi barat Stadion Manahan itu tak kunjung rampung.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (DPUPR) Solo, Joko Supriyanto mengatakan ada denda Rp 10 juta per hari jika proyek selter Manahan ini tak selesai hingga masa perpanjangan.

“Progres kalau sesuai kontrak memang molor, kontrak berakhir tanggal 2 Desember 2022 dan kita beri kesempatan untuk menyelesaikan tapi dengan menahan denda 1000 per mil dari nilai kontrak,” terang Joko ketika dihubungi MettaNEWS, Rabu (21/12/2022).

Denda ini dapat dijatuhkan apabila kontraktor tak bisa menyelesaikan pekerjaan hingga Pemerintah Kota Solo tutup buku anggaran 2022 pada 28 Desember mendatang.

“Kontraknya Rp 15 milliar jadi per hari dendanya Rp 10 an juta, karena dendanya harus dikurangi PPN sampai dengan kemarin pekerjaan belum kira nyatakan 100 persen selesai,” bebernya.

Sebelumnya Pemkot Solo telah memberikan batas waktu 18 hari dari akhir kontrak yakni hingga Selasa (20/12/2022) kemarin. Namun saat itu progres masih mencapai 80 persen.

Di waktu tersebut, masih terdapat beberapa kekurangan pada pengerjaan food court diantaranya pemasangan atap, palang, kemudian meja dan kursi.

Sedangkan kekurangan untuk pengerjaan selter di antaranya pemasangan plafon, meja masak, wastafel, instalasi cahaya dan kelistrikan.

“Semoga hari ini kita batasannya sampai jam 12 malam istilahnya kekurangan-kekurangan bisa dipenuhi oleh kontraktor tapi kalau sampai jam 12 malam belum selsai, masih tetap kita beri waktu menyelesaikan tapi sebelum tutup buku adminsitrasi Pemkot Solo,” terangnya.

Joko menyebut proyek ini terkendala cuaca dan adanya masalah internal kontraktor.

“Kendala cuaca dan internal kontraktor dan menpowernya sudah siap dan juga finansialnya, sudah nggak 100 persen,” ujarnya.

Saat ini progres pengerjaan selter Manahan mencapai 99 persen. Lantaran tak kunjung selesai, Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming memberikan beberapa catatan.

“Progres 99 persen, optimis selesai tinggal finishing dan perapian. Catatan khusus dari Mas Wali minta disesuaikan dengan semua dokumen yang sudah tertuang di dalam kontrak baik kuantitas maupun kualitas dan perihal kerapian rekanan masih punya waktu masa pemeliharaan kalau misal catat kecil rekanan wajib memperbaiki,” pungkasnya.

Senada, Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka membenarkan jika proyek ini molor dari jadwal.

“Selter Manahan? mundur sitik (sedikit). Manahan dipakai pedagang, sudah diukur semuanya,” jelasnya.

Selter pedagang Manahan ini nantinya akan ditempati 120 pedagang kaki lima (PKL). Ada beberapa fasilitas tambahan di dalam wajah baru selter tersebut. Diantaranya jogging track, food court beratap lengkap dengan meja dan kursi, kamar mandi dan parkir motor.