MALAYSIA, MettaNEWS – Tiga mahasiswa Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta berhasil menorehkan prestasi di tingkat internasional melalui program Asian International Mobility for Students (AIMS). Ketiganya sukses menyelesaikan studi satu semester dalam Inbound Exchange Program Semester October 2025 di Universiti Teknologi MARA (UiTM), Malaysia, sekaligus menjadi representasi nyata semangat “ISI Surakarta Mendunia”.
Ketiga mahasiswa tersebut adalah Resha Ron Sae dari Program Studi Film dan Televisi, serta Gilbert Gohnarso dan Firah Aniq Imtinansyah dari Program Studi Desain Komunikasi Visual. Partisipasi mereka dalam program AIMS menjadi bukti komitmen mahasiswa ISI Surakarta untuk berkiprah dan bersaing di kancah global.
Selama mengikuti program, para mahasiswa ditempatkan di fakultas dan kampus yang berbeda sesuai dengan bidang keilmuan masing-masing di lingkungan UiTM Cawangan Selangor. Resha Ron Sae menempuh studi di Faculty of Film, Theatre and Animation (FiTA) yang berlokasi di Kampus Puncak Perdana. Sementara itu, Gilbert Gohnarso dan Firah Aniq Imtinansyah mengikuti perkuliahan di Faculty of Art & Design yang berlokasi di Kampus Puncak Alam.
Meski berada di lokasi kampus yang berbeda, ketiganya mampu beradaptasi dengan sistem pendidikan internasional serta berinteraksi dengan mahasiswa dari berbagai negara. Program AIMS tidak hanya menjadi sarana pendalaman ilmu seni, film, dan desain, tetapi juga berperan sebagai media pertukaran budaya dan diplomasi antarbangsa.
Puncak kegiatan akademik ini ditandai dengan upacara penyerahan sertifikat kelulusan yang digelar di Seminar Hall, UiTM Global, Kompleks Antarabangsa, UiTM Shah Alam, pada Jumat (16/1/2026). Dalam kesempatan tersebut, ketiga mahasiswa menerima Certificate of Completion yang ditandatangani oleh Assistant Vice Chancellor (International) UiTM, Assoc. Prof. Datin Dr. Norazida Mohamed, sebagai bukti telah memenuhi standar akademik internasional UiTM.
Meski rangkaian seremoni telah berakhir, Resha, Gilbert, dan Firah masih akan berada di Malaysia untuk menyelesaikan sejumlah urusan administrasi serta kegiatan pasca-program. Kepulangan mereka ke Indonesia dijadwalkan pada akhir Februari atau awal Maret 2026.
“Pengalaman belajar di UiTM memberikan perspektif baru bagi kami dalam berkarya. Ini adalah langkah untuk membuktikan bahwa mahasiswa ISI Surakarta siap bersaing secara global, sesuai semangat kami sejak PKKMB, yaitu ISI Surakarta Mendunia,” ujar Resha Ron Sae usai menerima sertifikat kelulusan.
Keberhasilan ketiga mahasiswa ini diharapkan dapat semakin mempererat kerja sama antara ISI Surakarta dan UiTM Malaysia, sekaligus memotivasi mahasiswa lainnya untuk berani mengambil peluang akademik di tingkat internasional.
Sebagai informasi, Asian International Mobility for Students (AIMS) merupakan program pertukaran mahasiswa unggulan yang memfasilitasi mobilitas mahasiswa antar negara di Asia Tenggara, Jepang, dan Korea Selatan, guna memperkaya wawasan akademik serta pemahaman lintas budaya.








