Wisata Moyo Bening, Menikmati Alam Menyehatkan di Gunung Kidul

oleh
oleh
wisata moyo bening
Objek wisata Moyo Bening di Gunung Kendil, Ponjong, Gunung Kidul | dok Moyo Bening

GUNUNG KIDUL, MettaNEWS  – Belum banyak yang tahu, di kawasan Gunung Kendil Ponjong Gunungkidul tersembunyi objek wisata Moyo Bening yang layak dicoba bersama keluarga.

Tempat ini dulunya kering, terpencil, hanya perbukitan tandus dengan jalan setapak seadanya. Sebelum akhirnya, seorang tokoh masyarakat bernama Mbah Moyo Retno membangunnya menjadi tempat tetirah yang menarik.

“Sekarang banyak yang ke sini, rata-rata ingin berenang. Kesegaran air di sini sangat berkualitas, Banyak orang berbondong bondong datang ke tempat ini untuk berendam (kungkum) dan mandi sepuasnya,”ujar Wahyu Karnadijaya, putra Mbah Moyo Retno yang kini mengelola Wisata Moyo Bening.

Wahyu adalah putra dari Moyo Retno, dia menuturkan pada zaman dahulu Gunung Kendil terkenal angker, letaknya terpencil dan sepi.

Hingga kemudian sesepuh masyarakat, Moyo Retno yang mengelola pondok pesantren hadir. Dia membangun kawasan ini secara swadaya termasuk memperbaiki penerangan serta memperlebar jalan yang tadinya sempit.

Awalnya hanya membangun rumah tinggal pribadi sebagai tempat peristirahatan. Namun, masyarakat umum sekitar juga boleh datang menikmati kawasan ini.

“Saat membangun tempat ini, tidak ada air sama sekali. Ponjong memang susah air. Namun Mbah Moyo tak putus semangat, terus saja berdoa kepada Tuhan dan ternyata muncul sumber air dari yang sebelumnya kering,” bebernya.

Konon katanya sebelum Mbah Moyo tahu bahwa di kawasan ini ada sumber air, ia terlebih dahulu bermimpi mengebor di batuan besar.

“Air memang tidak datang sendiri, harus mengebor sumur dalam. Meski, awalnya, rata rata tukang bor takut karena ini papan angker. Akhirnya mereka mau kerja, tapi minta ditunggui,” bebernya.

Wisata Moyo Bening, Ada Alasan Kesehatan

Dan upaya keras itu membuahkan hasil. Pada kedalaman 70 meter, mata air memancar dengan deras. Airnya bening dan sejuk.

Air dari sumur itulah untuk mengisi kolam renang yang kini menjadi daya tarik utama di Moyo Bening. Selain pendapa joglo dan rumah makan yang menyajikan berbagai masakan tradisional Jawa. Dan jangan lewatkan, pengunjung bisa menikmati kopi lezat dan aneka jajanan.

Wahyu melanjutkan, wisata Moyo Bening memang sempat tutup total semasa pandemi Covid-19. Namun, kini berangsur pulih. Dengan tiket masuk hanya Rp 15.000 per orang, pengunjung dapat menikmati suasana alam pedesaan yang asri dan tenang.

Pun, banyak juga pengunjung yang datang karena alasan kesehatan. Mereka hadir karena yakin air kolam Moyo Bening mampu melawan berbagai penyakit seperti stroke, darah tinggi, atau penyakit kulit.