SOLO, MettaNEWS – Mimpi besar kerap terasa jauh hanya karena belum dimulai. Kalimat ini menjadi pemacu bagi generasi muda di Solo yang hadir pagi itu di talkshow motivasi “Belajar Sampai Negeri China” di Gedung PMS, Rabu (12/2/2026).
Adalah Wakil Wali Kota Solo, Astrid Widayani. Tokoh publik yang memberikan dorongan bagi generasi muda berani untuk bermimpi menempuh pendidikan hingga keluar negeri.
“Kadang kita merasa mimpi itu terlalu jauh, termasuk belajar sampai ke luar negeri. Padahal sesuatu yang dianggap jauh nyatanya bisa terjadi. Semua bergantung pada kemauan untuk memulai dan konsisten menjalaninya,” ujar Astrid.
Menurut dia, keberanian mengambil langkah pertama menjadi kunci. Kesempatan, kata dia, akan datang kepada mereka yang siap dan terus meningkatkan kapasitas diri.
“Apapun yang diinginkan, jika dijalani dengan tekun, disiplin, dan tidak mudah menyerah, insyaallah bisa tercapai. Tidak ada hasil tanpa proses. Yang terpenting adalah terus berusaha dan tidak berhenti belajar,” tegasnya.
Astrid juga menekankan bahwa belajar ke luar negeri bukan sekadar soal gelar akademik. Lebih dari itu, pengalaman internasional akan membentuk kemandirian, memperluas perspektif budaya, sekaligus meningkatkan daya saing generasi muda di tengah kompetisi global.
China dipilih sebagai fokus pembahasan karena dinilai memiliki perkembangan pesat di bidang teknologi, riset, dan inovasi. Negara tersebut kini menjadi salah satu tujuan studi yang semakin diminati mahasiswa internasional.
Ketua PMS Sumartono Hadinoto menyampaikan kegiatan ini menjadi ruang berbagi pengalaman sekaligus membangun jejaring. Sementara itu, Novi Basuki dan Ir. Azmi Abubakar membagikan pengalaman serta strategi mempersiapkan studi di China, mulai dari penguasaan bahasa, kesiapan mental, hingga konsistensi meningkatkan kompetensi.
“Keberhasilan tidak datang begitu saja. Kesempatan bisa datang, tapi tanpa usaha yang sungguh-sungguh dan konsisten, hasilnya tidak akan maksimal,” ujar Novi Basuki.
Talkshow ini diharapkan mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) Surakarta. Para peserta diajak mempersiapkan diri sejak dini, baik dari sisi akademik, kemampuan bahasa asing, maupun penguatan karakter.
Dengan semangat tersebut, Pemerintah Kota Surakarta berharap semakin banyak generasi muda Solo yang berani menembus pendidikan internasional dan kembali berkontribusi untuk kemajuan daerah.







