SOLO, MettaNEWS – Panitia Imlek Bersama dan klub mahjong Perkumpulan Masyarakat Surakarta (PMS) menggelar workshop dan turnamen mahyong menyambut Tahun Baru Imlek 2577/2026, Sabtu (7/2) di Solo Paragon Mall.
Darmawan, Panitia Mahjong menyebut
turnamen dan workshop ini bertujuan untuk menggalakkan permainan tradisional dari Tionghoa.
“Tujuan kita adalah untuk sosialisasi permainan mahjong, di mana permainan ini nanti bisa untuk lebih luas lagi dikenal oleh masyarakat dan dimainkan oleh banyak orang. Isi workshop ini pengenalan dan sosialisasi untuk menarik minat kaum muda untuk belajar permainan mahjong,” ujarnya.
Turnamen mahyong dibagi menjadi dua level yakni junior dan senior. Dengan masing-masing peserta 24 orang dan total 48 peserta.
“Penilaian ini untuk level yang senior kita memakai penilaian dengan sistem mahyong yang kita sesuaikan dengan standarisasi internasional,” kata dia.
Pihaknya menargetkan lewat sosialisasi ini dapat menarik minat kaum muda untuk belajar permainan mahjong hingga bisa melahirkan klub baru di Solo maupun sekitarnya.
“Nantinya setelah ini tumbuh dan berkembang, kami harapkan perkembangan ini tetap mendorong lahrinya klub-klub mahjong baru baik di Kota Solo maupun Soloraya,” terangnya.
Permainan mahyong tidak melulu dimainkan oleh mereka yang sudah tua. Permianan ini asyik juga jika dimainkan oleh anak muda. Ke depannya, ia ingin anak muda tertarik dengan mahyong dan bisa mengembangkannya sebagai sebuah hobi yang dapat dinikmati oleh semua kalangan.
“Kita pada umumnya orang berpikir bahwa permianan mahjong ini hanya dimainkan oleh kalangan orang-orang tua jadi kan kurang menarik minat bagi kaum muda atau gen Z. Tapi dengan di sini kita adakan turnamen-turnamen biar digemari oleh gen Z,” kata dia.
“Banyak sekali keuntungan dan manfaat yang diperoleh bermain mahyong, bermain mahjong selain untuk sosialisasi juga untuk melatih memory juga untuk menambah networking dan sebagainya,” tukasnya.








