SOLO, MettaNEWS – Panitia Youth Inspiration Summit (YIS) 2026 Competition buka suara terkait kegaduhan di media sosial (medsos) yang menyeret nama Wakil Wali Kota Solo, Astrid Widayani.
YIS 2026 merupakan ajang lomba akademik dan non akademik tingkat siswa SD – SMA yang memperlombakan 11 kategori. Kompetisi ini digelar di dua lokasi yakni Taman Balekambang dan Solo Techno Park (STP) selama dua hari, 31 Januari – 2 Februari.
Kompetisi yang bertajuk “Piala Inspirasi Wakil Wali Kota Surakarta” itu menjadi bulan-bulanan warganet lantaran dinilai pelaksanaannya tidak profesional.
Gelarab YIS 2026 disebut-sebut melenceng dari Technical Meeting (TM) dan rundown yang telah beredar. Panitia juga dinilai lamban dalam pengumuman pemenang lomba hingga harus membuat peserta dari luar Kota Solo menunggu berjam-jam lamanya.
Saat pengumuman lomba, orangtua peserta kecewa lantaran panitia tidak menyebutkan keterangan juara dan nilai namun hanya disebut nama saja. Penilaian juara ini juga dinilai tidak transparan.
Menanggapi hal itu, Ketua Youth Inspiration Summit, Sasa buka suara. Melalui jumpa pers yang digelar di Solo pada Senin (2/2/2026) ia menjelaskan duduk perkara atas kesalah pahaman yang terjadi.
“Panitia menegaskan bahwa seluruh pengumuman, perubahan rundown, serta teknis kegiatan telah disampaikan secara terbuka melalui kanal komunikasi resmi. Termasuk informasi perubahan jadwal yang telah diumumkan satu hari sebelum pelaksanaan dan dibahas kembali dalam TM dan diverifikasi dengan pengiriman rundown fixed yang cukup signifikan perbedaan waktunya,” terangnya.
Sasa menyebut perbedaan waktu pelaksanaan acara dengan rundown dikarenakan jumlah peserta yang tiba-tiba melonjak. Ia mengatakan perubahan jam pelaksanaan lomba ini sudah dikirimkan ke dalam group WhatsApp peserta dan orangtua.
“Yang terjadi di lapangan keterlambatan hanya di 30 menit, terlihat dari bukti waktu pengumpulan kertas lomba akademik sesi pertama. Segala bentuk kekurang telitian atau ketidakpahaman peserta dalam memahami informasi yang telah disampaikan berada di luar tanggung jawab panitia,” jelasnya.
Kesalahpahaman juga terjadi pada sertifikat YIS 2026 yang diberikan tanpa nama peserta.
“Terkait sertifikat, panitia menjelaskan bahwa adanya penyesuaian data peserta hingga hari pelaksanaan menyebabkan sertifikat sementara dikosongkan dan membuka peluang apabila peserta tetap menginginkan sertifikat hari itu juga dan mencetak nama sendiri pada sertifikat kepesertaan,” kata dia.
Sebagai bentuk tanggung jawab, panitia menerbitkan sertifikat digital dan sertifikat fisik dengan nama yang benar, yang akan dikirimkan langsung ke alamat masing-masing peserta.
“Kesalahan penulisan tahun pada sebagian sertifikat diakui sebagai kekurangan panitia dan panitia memohon maaf atas ketidaknyamannya dan mngeluarkan perbaikan,” terang dia.
Orangtua peserta yang kecewa dengan pelaksanaan lomba YIS 2026 kemudian membrondong nomor aduan hotline panitia. Namun hotline ini disebut-sebut berstatus centang 1 dan tidak segera merespon aduan.
Mengenai hotline yang dianggap tidak bisa dihubungi, Sasa menjelaskan hal ini karena faktor jam operasional event yang tengah berlangsung.
“Pesan tertumpuk dan dibalas dari bawah, dan sedang event Youth Inspiration Summit 2026 Chapter Solo berlangsung,” katanya.
Mengenai keterlibatan Wakil Wali Kota Solo, Astrid Widayani, pihaknya menepis bahwa YIS 2026 Chapter Solo adalah event Pemerintah Kota (Pemkot) Solo.
“Youth Inspiration Summit 2026 Chapter Solo ini murni event kami, bukan event Pemkot dan juga bu Astrid. Kami memilih bu Astrid sebagai tokoh yang menginspirasi di Kota Solo karena kepemimpinannya dan sederet prestasi yang luar biasa. Berdasar hal ini kami memilih bu Astrid untuk dapat memberikan piala sehingga dapat menginspirasi generasi muda,” jelasnya.
Ia menjelaskan bahwa kehadiran tokoh publik dalam kegiatan YIS 2026 bersifat simbolik dan inspiratif. Salah satunya dalam bentuk pemberian piala sebagai dukungan moral kepada peserta yang merupakan ciri khas SUMMIT.
Tokoh yang hadir tidak memiliki keterlibatan dalam teknis maupun tanggung jawab penyelenggaraan acara.
Dengan ini ditegaskan bahwa seluruh tanggung jawab penyelenggaraan Youth Inspiration Summit berada sepenuhnya di tangan panitia YIS, bukan pada pihak pemerintah maupun tokoh publik yang hadir terutama Wakil Walikota Astrid Widayani.
“leh karena itu, segala pertanyaan, kritik, dan keberatan agar disampaikan langsung kepada panitia, bukan kepada pengisi acara atau pejabat publik,” terang dia.
Kota Solo dipilih karena dinilai memiliki nilai historis dan inspiratif dalam melahirkan tokoh-tokoh pemimpin nasional serta relevan bagi pengembangan generasi muda.
“Summit bukan merupakan lomba yang kegiatannya hanya mengikuti lomba setelah lomba pulang namun multi program dalam satu forum. Ada lomba, talkshow, panel discussion, edu fair, expo, program edukasi dan beasiswa,” kata Sasa.
Ia menegaskan bahwa event Youth Inspiration Summit bukan sekadar lomba, namun terdapat konsep summit yang fokus utamanya memberikan informasi dan juga beberapa aspek di dalamnya yaitu kerjasama team, forum diskusi panel mengenai tema event, networking untuk kolaborasi jangka panjang.
“Hasil dari sebuah summit biasanya memiliki dampak yang luas, baik itu berupa kebijakan baru, standar industri, maupun perubahan tren global, terkait dengan tren global dalam hal ini mengapa panitia mengambil tema yang sesuai dengan SDG’s (Sustainable Development Goals) itu mengapa didalam acara tersebut banyak acara yang harus diikuti oleh para peserta,” urainya.
Sasa menjelaskan bahwa mekanisme acara, aturan lomba, serta teknis kegiatan telah diumumkan sebelumnya melalui kanal resmi, meliputi WhatsApp Group dan sosial media Instagram.
“Apabila terjadi kesalah pahaman, peserta diharapkan mengonfirmasi langsung kepada panitia, bukan menyebarkan asumsi atau informasi yang belum terverifikasi ke ruang publik,” pintanya.
Panitia menyampaikan permohonan maaf secara terbuka dan tulus atas kekurangan teknis yang mungkin terjadi selama penyelenggaraan acara.
“Kami mohon maaf, khususnya kepada tokoh yang diundang, Orang tua peserta. Seluruh peserta Youth Inspiration Summit Panitia YIS 2026 terbuka terhadap kritik dan evaluasi yang konstruktif demi perbaikan ke depan,” ujar Sasa.
Namun demikian, panitia menegaskan tidak akan mentoleransi tindakan yang melampaui batas etika dan hukum. Keikutsertaan dalam Youth Inspiration Summit berarti menyetujui seluruh aturan, mekanisme, dan keputusan penyelenggara yang telah ditetapkan secara resmi.
“Kami memberikan peringatan resmi bahwa segala bentuk provokasi, ancaman, ujaran kebencian berlebihan, fitnah, pencemaran nama baik, serta upaya mengganggu jalannya Youth Inspiration Summit akan diproses sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Karena ini berdampak buruk terhadap kolaborasi dengan berbagai pihak,” ucapnya.
Ia juga menyampaikan bahwa berbagai informasi yang menyudutkan panitia sebagai tidak profesional, berantakan, menggunakan buzzer, maupun melakukan manipulasi opini publik tidak benar dan tidak berdasar.
“Kedepannya kami akan berbenah secara system yang lebih efektif dan efisien melalui digitalisasi registrasi dan lain lain. Demikian klarifikasi ini disampaikan agar publik memperoleh informasi yang utuh, objektif, dan berimbang,” imbuhnya.








