Panitia Bersama Imlek dan PMS Gelar Talkshow Motivasi Belajar ke Negeri China, Hadirkan Azmi Abubakar hingga Andrie Wongso

oleh
PMS
Talkshow Motivasi "Belajar Sampai ke Negeri China" di Gedung PMS, Kamis (12/2/2026) | MettaNEWS / Adinda Wardani

SOLO, MettaNEWS – Panitia Bersama Imlek mengajak Perkumpulan Masyarakat Surakarta (PMS) dan PMI Kota Surakarta menggelar Talkshow Motivasi “Belajar Sampai ke Negeri China” pada Kamis (12/2/2026) di Gedung PMS.

Acara yang digelar dalam rangka menyambut Tahun Baru Imlek 2577/2026 ini menghadirkan motivator kenamaan, Andrie Wongso serta pemilik Museum Peranakan Tionghoa, Azmi Abubakar dan Novi Basuki yang menempuh pendidikan S3 di China.

Wakil Wali Kota Solo, Astrid Widayani turut hadir dalam acara yang juga diikuti 1000 peserta yang terdiri dari rektor, 300 mahasiswa dari 18 perguruan tinggi dan 300 pelajar kelas 12 SMA di Solo serta 300 pengurus organisasi dan yayasan.

PMS
Ketum PMS, Sumartono Hadinoto (kiri), Wakil Wali Kota Solo, Astrid Widayani (kedua dari kiri), motivator Andrie Wongso (ketiga dari kiri), Azmi Abubakar (keempat dari kiri) dan Novi Basuki terima cinderamata saat Talkshow Motivasi “Belajar Sampai ke Negeri China” di Gedung PMS, Kamis (12/2/2026) | MettaNEWS / Adinda Wardani

Ketua Umum (Ketum) PMS sekaligus Ketua Panitia Imlek Bersama, Sumartono Hadinoto mengatakan, talkshow motivasi ini bertujuan  mendorong generasi muda berani berpikir lebih luas untuk menempuh pendidikan di luar negeri. Salah satunya  China yang dinilai memiliki kemajuan teknologi pesat.

“Kami bertujuan untuk mengajak generasi muda ke depan, berani berpikir out of the box, berani untuk tidak hanya menuntut ilmu di dalam negeri, yang biasanya mereka cukup di dalam negeri, bisa ke luar negeri bahkan bisa ke China yang teknologi dan lain sebagainya menjadi luar biasa,” kata Ketua PMI Kota Surakarta itu.

Sumartono menyebut tema “Belajar Sampai ke Negeri China” bukan hanya sekadar pepatah. Pihaknya ingin menyampaikan ke generasi muda khususnya pelajar dan mahasiswa di Solo agar berani mengambil peluang pendidikan hingga luar negeri dan menerapkan ilmu tersebut kembali ke Indonesia.

Sebab menurutnya, pendidikan di Indonesia sudah cukup baik, namun generasi muda tetap perlu belajar dari keunggulan negara lain.

“Menurut saya cukup bagus ya (pendidikan di Indonesia-red) tapi kita kan tahu bahwa setiap negara punya kelebihan kekurangan masing-masing. Dan kalau kita melihat teknologi saat ini kita bisa melihat bahwa China mulai memimpin. Kalau ada yang belajar ke sana, bisa mengadopt hal-hal yang lebih baik dan kita bawa ke Indonesia, ini yang luar biasa,” ujarnya.

Sumartono berharap, talkshow motivasi ini dapat disebarkan secara masif ke generasi muda dan dapat memotivasi mereka untuk mencari peluang beasiswa.

“Harapan kami mereka bisa menggetok tularkan atau bisa menyebarkan apa yang mereka dapat. Ini ada kesaksian dari tiga mahasiswa yang belajar di China. Di sana beasiswa banyak sekali yang bisa diambil. Kami berharap mahasiswa ini dapat bercerita ke generasi muda, agar siapa yang berani melangkah ke depan, bisa berangkat ke sana,” ucapnya.

PMS
1000 peserta ikuti Talkshow Motivasi “Belajar Sampai ke Negeri China” di Gedung PMS, Kamis (12/2/2026) | MettaNEWS / Adinda Wardani

Motivator Andrie Wongso menambahkan, dalam acara ini ia mengupas tuntas mengapa China menjadi negara yang maju.

“Betapa kuatnya China ini yang perlu kita lihat dan pelajari. Saya berharap anak muda dapat belajar sungguh-sungguh tentang negara kapitalis ini,” terangnya.

Sementara itu, Joseph, siswa SMA Kristen Widya Wacana, mengaku tertarik mengikuti talkhshow. Ia termotivasi untuk melanjutkan pendidikan ke luar negeri.

“Ada minat juga sama penasaran, ini kan motivasi dan juga ada info-info yang mungkin bakal berguna kalau buat nanti kuliah di Cina. Kalau rencana saya nanti mau ke Jerman mau ambil Ausbildung, tapi kalau memungkinkan di negara Cina, mungkin saya akan coba,” kata dia.