SOLO, MettaNEWS — Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani, melakukan kunjungan monitoring sekaligus berdialog langsung dengan Kelompok Tani Sumber Martani yang berlokasi di RT 07 RW 07, Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Surakarta.
Kunjungan ini menjadi bentuk apresiasi pemerintah terhadap upaya warga yang berhasil mengoptimalkan lahan terbatas menjadi ruang hijau produktif, sekaligus mendorong kemandirian ekonomi berbasis kerakyatan.
Suasana hangat dan penuh keakraban terasa sepanjang pertemuan antara Astrid dan para anggota kelompok tani.
Dalam kesempatan tersebut, Astrid memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada Kelompok Tani Sumber Martani yang mampu menyulap lahan sempit menjadi ruang budidaya yang tidak hanya hijau, namun juga produktif secara ekonomi.
Ia menegaskan, keberhasilan kelompok tani tersebut dapat menjadi best practice yang layak dicontoh oleh wilayah lain di Surakarta.
“Inilah bukti bahwa keterbatasan lahan bukan menjadi halangan,” ujar Astrid.
Kegiatan dilanjutkan dengan monitoring lapangan menuju greenhouse milik kelompok tani. Di lokasi tersebut, Astrid menyaksikan secara langsung keberhasilan budidaya beberapa tanaman unggulan, seperti Bayam Brazil dan Lidah Buaya (Aloe Vera). Tanaman-tanaman tersebut tumbuh subur berkat pengelolaan intensif yang dilakukan para anggota kelompok.
Tidak hanya fokus pada budidaya, Kelompok Tani Sumber Martani juga mengembangkan produk olahan bernilai tambah, seperti keripik Lidah Buaya dan keripik Bayam Brazil. Inovasi ini membuktikan bahwa pertanian skala kecil pun mampu menghasilkan nilai ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Sebagai bentuk apresiasi, perwakilan kelompok tani memberikan satu pot tanaman kepada Astrid.
Dalam arahannya, ia menyampaikan bahwa upaya kelompok tani ini sejalan dengan fokus pemerintah pusat dan daerah dalam memperkuat ketahanan pangan serta memberdayakan masyarakat.
Selain itu, Astrid—yang juga menjabat Ketua Komda Lansia—menyampaikan bahwa aktivitas bertani memiliki peran penting dalam mendukung program Solo Ramah Lansia 2030. Menurutnya, kegiatan bertani bukan hanya produktif, namun juga menyehatkan bagi warga lanjut usia.
“Kegiatan seperti ini dapat menjadi wadah yang baik bagi warga lansia untuk tetap aktif, sehat, dan berdaya,” tambah Astrid.
Kunjungan kemudian ditutup dengan makan bersama para anggota kelompok tani. Astrid berkesempatan mencicipi berbagai hasil olahan seperti mi berbahan sayuran serta minuman dari bunga telang. Seluruh makanan dan minuman tersebut dibuat secara homemade oleh para anggota kelompok.
“Selain menunjang ketahanan pangan keluarga, inovasi olahan pangan yang homemade ini juga memperkuat kemandirian ekonomi warga,” tutup Astrid.








