SOLO, MettaNEWS — Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani, memimpin deklarasi Penumping Festival 2025 yang digelar di Lapangan Penumping, Sabtu (6/12/2025) siang.
Kehadiran Astrid disambut suasana haru dan penuh semangat melalui penampilan vokal dari grup YPAC (Yayasan Pembinaan Anak Cacat) SLB Kota Surakarta. Anak-anak istimewa tersebut membawakan sejumlah lagu, termasuk karya orisinal ciptaan mereka sendiri, yang menunjukkan potensi besar di balik keterbatasan fisik.
“Melihat penampilan adik-adik dari YPAC tadi, hati saya bergetar. Kreativitas dan semangat mereka adalah bukti nyata bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk berkarya. Ini menjadi pengingat bagi kita di pemerintah untuk terus memastikan ruang ekspresi dan akses yang setara bagi mereka,” ujar Astrid di sela kegiatan.
Puncak acara ditandai dengan penandatanganan Deklarasi Anti Stigma dan Inklusif Kesetaraan Sosial untuk Pembangunan Kota Surakarta. Didampingi jajaran pejabat serta tokoh masyarakat, Astrid membubuhkan tanda tangan sebagai simbol komitmen kuat Pemerintah Kota Surakarta untuk menghapus stigma negatif terhadap penyandang disabilitas dan kelompok rentan lainnya.
Deklarasi tersebut sejalan dengan aspirasi warga Penumping yang menginginkan pembangunan berbasis inklusif, mulai dari pemenuhan akses terhadap fasilitas publik hingga kesempatan kerja, terutama dalam rangka menyongsong Indonesia Emas 2045.
“Inklusivitas bukan sekadar slogan. Melalui deklarasi ini, kita bersepakat bahwa pembangunan di Surakarta tidak boleh meninggalkan siapa pun, no one left behind. Baik itu akses pendidikan, kesehatan, maupun kesempatan kerja, seluruh warga Solo memiliki hak yang sama,” tegasnya.
Setelah memimpin deklarasi, Astrid berkeliling meninjau stan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) milik warga Penumping. Ia berdialog langsung dengan para pelaku usaha dan mengapresiasi geliat ekonomi lokal yang tumbuh seiring dengan penyelenggaraan kegiatan budaya dan sosial.
“Festival seperti ini adalah paket lengkap. Ada pelestarian budaya, ada pesan kemanusiaan yang kuat tentang inklusivitas, dan ada pergerakan ekonomi rakyat melalui UMKM. Semangat gotong royong warga Penumping ini harus kita jaga,” tutup Astrid.
Melalui Penumping Festival 2025, Pemerintah Kota Surakarta berharap seluruh elemen masyarakat semakin tergerak membangun kota yang berbudaya, maju, dan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan serta kesetaraan bagi semua warganya.







