TEGAL, MettaNEWS – Bencana tanah gerak yang melanda Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, awal Februari lalu, menyisakan duka mendalam bagi masyarakat terdampak. Salah satu yang terdampak cukup parah adalah Pondok Pesantren Al Adalah yang berada satu desa dengan titik bencana.
Ponpes yang dihuni 526 santri tersebut mengalami kerusakan berat, terutama di kompleks Al Adalah 1 yang ambruk dan retak di sejumlah bagian bangunan. Seluruh santri pun terpaksa diungsikan demi keselamatan.
Setelah sebelumnya Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meninjau lokasi bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, kini Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen atau Gus Yasin turut mengunjungi lokasi bencana, Selasa (17/2/2026) sore.
Didampingi sang istri, Hj Nawal Arafah Yasin, Wagub meninjau Ponpes Al Adalah 2 serta posko pengungsian warga. Selain melihat langsung kondisi para pengungsi, ia juga menyalurkan berbagai bantuan logistik dan kebutuhan dasar.
Menurut Wagub, kondisi kesehatan dan pelayanan di pengungsian terpantau cukup baik. Namun demikian, ia menekankan pentingnya percepatan pembangunan hunian sementara (huntara), mengingat warga telah cukup lama tinggal di pengungsian.
“Alhamdulillah kondisi pengungsi sampai saat ini sehat, pelayanannya juga bagus. Yang membuat tak nyaman karena bukan rumah sendiri dan sampai kapan di pengungsian. Maka yang kita butuhkan percepatan huntaranya,” kata Taj Yasin di posko pengungsian.
Untuk memenuhi kebutuhan warga terdampak, dibutuhkan sekitar 900 unit rumah sementara. Saat ini telah dibangun 550 unit, sementara sisanya sekitar 350 unit masih membutuhkan lahan tambahan.
Ia menjelaskan, ketersediaan lahan harus benar-benar dipastikan aman, mengingat sebagian area masih dinilai labil dan belum direkomendasikan oleh instansi terkait. Dalam satu rumah terdampak bahkan terdapat dua hingga lima kepala keluarga (KK), sehingga perencanaan harus matang dan terukur.
Memasuki bulan Ramadan, Wagub juga berpesan agar para pengungsi yang beragama Islam tetap menjalankan ibadah dengan khusyuk. Pemerintah Provinsi memastikan ketersediaan tempat ibadah yang layak di lokasi pengungsian.
“Kami pastikan dari pemerintah untuk menyiapkan sahur dan buka. Insya Allah sudah kita siapkan semuanya. Jadi harus tetap melakukan ibadah,” pesannya.
Dalam kunjungan tersebut, Wagub berdialog langsung dengan para pengungsi untuk memastikan layanan berjalan optimal. Ia juga menyerahkan bantuan dari PMI, BPBD Jateng, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, serta Dinas Ketahanan Pangan dengan total nilai Rp239.315.923.
Sebagai informasi, tanah gerak mulai terjadi pada Minggu, 1 Februari 2026 dan mencapai puncaknya pada Senin, 2 Februari 2026, setelah hujan deras mengguyur kawasan tersebut selama beberapa hari. Akibatnya, tanah dan jalan desa mengalami retakan dan ambles, sejumlah bangunan ambruk, serta sekitar 2.453 jiwa atau 596 KK mengungsi. Tercatat sekitar 900 rumah mengalami kerusakan.
Tiga lahan alternatif relokasi telah disiapkan, masing-masing berada di Desa Padasari, Desa Lebakwangi, dan Desa Capar, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menegaskan akan terus mengawal proses penanganan hingga warga mendapatkan hunian yang aman dan layak.







