SOLO, MettaNEWS – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) akan menggarap talut Kali Toklo Keprabon, Solo sepanjang 19 meter. Mengalami kerusakan akibat erosi, bangunan talut ini kerap longsor saat debit air tinggi.
Saat ini DPUPR tengah melakukan perbaikan Jembatan Kalo Toklo atau yang lebih dikenal Jembatan Sadinoe. Berada di lokasi yang sama, perbaikan talut ini direncanakan akan dilakukan segera.
Pegawai Staf Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Solo Arif Kurnia Raharja kerusakan talut sisi timur Jembatan Sadinoe ini akan dilakukan usai merampungkan beberapa tahap.
“Sisi timur jembatan ada longsoran talut ke selatan, kami adakan survei dengan petugas terkait, petugas PDAM dan utilitas PLN. Nanti PLN akan memindahkan tiang lalu disambungkan ke tiang sisi timur setelahnya PDAM membenarkan pondasi utilitas mereka baru nanti kita memperbaiki talut,” kata Arif saat ditemui MettaNEWS di kantor DPUPR, Rabu (3/8/2022).
Proyek pengerjaan talut ini tak masuk dalam anggaran belanja pemeliharaan jembatan Kota Solo 2022. Melainkan masuk ke dalam APBD perubahan bidang sumber daya air DPUPR tahun 2022.
“Kemungkinan jembatannya selesai dulu kita masih menuggu PLN. Cuma kalau PLN bisa cepat dan anggaran perubahan bisa turun cepat nanti bisa dikerjakan bersamaan denggan jembatan, tapi kalau melihat kondisi sekarang selesai dulu jembatannya,” terangnya.
Sebelumnya Lurah Keprabon, Rina Andriani mengatakan cor talut di RW 4 Ngeblokan Asmil sampai Sadinoe menghilang akibat longsor. Perbaikan talut ini juga terkendala bangunan yang berdiri terlalu mepet dengan Kali Toklo.
“Kendalanya karena ada beberapa bangunan yang sampai mepet talud, karena di sisi dan kanan talud tidak boleh dibangun sepanjang sepadan.” kata Rina.
Untuk merealisasikan perbaikan talut, pihaknya akan berkoordinasi dengan dinas terkait agar proyek talut bisa dilakukan.
“Semua bangunan mepet sampai ke pinggir sungai, kita mau renovasi perbaikan harus menghilangkan bangunannya,” katanya.







