SOLO, MettaNEWS – Masa pensiun kerap menjadi fase yang penuh perubahan bagi seorang guru. Tak lagi menjalani rutinitas mengajar, berkurangnya aktivitas, hingga perubahan peran sosial dapat memengaruhi kondisi psikologis.
Berangkat dari persoalan tersebut, Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) bersama Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Bayat dan Kelompok Kerja Kepala Sekolah dan Madrasah (K3SM) Muhammadiyah Bayat, Klaten, memberikan pembekalan psikologis bagi para guru menjelang masa purna tugas.
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertema “Menyambut Pensiun dengan Bahagia dan Berdaya” tersebut diikuti 20 guru berusia 50 tahun ke atas dari enam sekolah dan madrasah Muhammadiyah se-Kecamatan Bayat.
Program yang digelar di SMP Muhammadiyah 7 Bayat pada Sabtu (5/9/2026) itu dirancang untuk merespons perubahan kesejahteraan mental pendidik sekaligus memperkuat kesiapan psikologis mereka dalam menghadapi masa pensiun.
Dosen Fakultas Psikologi UMS sekaligus Ketua PkM UMS, Bayu Suseno, S.Psi., M.Psi., Psikolog, mengatakan masa pensiun perlu dipandang sebagai fase kehidupan yang harus dipersiapkan, bukan sesuatu yang perlu ditakuti.
Para peserta diajak mengenali berbagai perubahan yang umumnya muncul ketika memasuki masa pensiun, mulai dari aspek fisik, perubahan peran sosial hingga rutinitas sehari-hari.
“Pensiun bukanlah akhir dari segalanya, melainkan awal dari fase kehidupan baru. Kunci utama dalam menyambutnya adalah kesiapan mental dan penerimaan diri. Dengan mengenali perubahan yang akan terjadi dan menyiapkan mental secara matang, para guru dapat menjalani masa purna tugas dengan tenang, bahagia, dan tetap berdaya,” ujar Bayu, Senin (14/9/2025).
Selain pemahaman mengenai perubahan yang terjadi, peserta juga mendapatkan strategi persiapan mental agar mampu beradaptasi dengan kehidupan setelah tidak lagi aktif mengajar.
Pembekalan tersebut diharapkan membantu para pendidik menjaga kestabilan emosional serta tetap memiliki aktivitas dan peran positif setelah memasuki masa purna tugas.
Didukung Penuh Muhammadiyah Bayat
Ketua PCM Bayat, Suparta, S.E., menyambut positif program pendampingan psikologis yang diberikan Fakultas Psikologi UMS tersebut.
Menurutnya, persiapan menghadapi pensiun tidak cukup hanya dari sisi administratif maupun finansial. Kesiapan mental juga menjadi bagian penting yang perlu diperhatikan oleh para guru.
“Kegiatan menyiapkan masa pensiun ini sangat penting dan bermanfaat bagi para guru sekolah Muhammadiyah agar dapat menyambut masa pensiun tanpa kecemasan. Kami sangat mendukung program ini dan berharap kerjasama strategis ini dapat terus dilanjutkan di waktu-waktu selanjutnya,” tuturnya.
Kolaborasi antara Fakultas Psikologi UMS, PCM Bayat dan K3SM Muhammadiyah Bayat tersebut menjadi bagian dari upaya memberikan pendampingan kepada para pendidik agar lebih siap menghadapi perubahan kehidupan setelah purna tugas.
Fakultas Psikologi UMS berharap kegiatan semacam ini dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, khususnya para pendidik, sehingga mereka mampu mempertahankan kualitas hidup yang optimal, tetap produktif dan berdaya hingga memasuki masa pensiun.
Pada akhirnya, pensiun tidak harus dimaknai sebagai berhentinya produktivitas. Dengan persiapan psikologis yang baik, masa purna tugas justru dapat menjadi kesempatan untuk membuka fase kehidupan baru yang lebih tenang, bermakna dan bahagia.








