SOLO, MettaNEWS – Wali Kota Surakarta Respati Ardi menyiapkan langkah penataan kawasan Gilingan agar tidak lagi sekadar dikenal sebagai kawasan transit. Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta ingin mengubah wajah Gilingan menjadi kawasan yang lebih tertata, nyaman, produktif sekaligus memiliki potensi ekonomi yang terus berkembang.
Hal tersebut disampaikan Respati saat menghadiri Sosialisasi HIV/AIDS sekaligus penyerahan simbolis bantuan bagi penerima manfaat di Taman Cerdas Kelurahan Gilingan, Senin (14/9/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Respati menyerahkan bantuan kepada sembilan penerima manfaat. Bantuan tersebut diharapkan dapat menunjang aktivitas sekaligus mendorong kemandirian ekonomi para penerima.
Respati juga mengapresiasi dukungan Swiss-Belhotel Solo melalui program Corporate Social Responsibility (CSR). Menurutnya, keterlibatan dunia usaha menjadi bagian penting dalam memperkuat program pemberdayaan masyarakat.
“Pihak-pihak yang ada di dalam kemajuan kota, termasuk Bapak-Ibu dan saudara-saudara yang hadir hari ini, memiliki peran penting. Kita ingin mengubah wajah Gilingan menjadi daerah yang makmur, asri, dan sejahtera untuk seluruh warganya,” beber Respati.
Menurut Respati, penataan Gilingan tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik. Pemkot Surakarta bersama camat dan lurah juga akan merangkul masyarakat yang selama ini beraktivitas di kawasan tersebut, termasuk mantan pekerja seks komersial.
Mereka diharapkan memperoleh pembinaan, pembelajaran dan pendampingan sehingga memiliki kesempatan untuk meningkatkan kesejahteraan sekaligus membangun kemandirian ekonomi.
“Ini merupakan inisiasi dari Pak Lurah bersama rekan-rekan, termasuk para pekerja seks komersial yang hari ini kita rangkul bersama. Kita ingin membantu mengubah nasib mereka melalui proses pembinaan, pembelajaran, dan pendampingan,” katanya.
Kawasan Sekitar Terminal Tirtonadi Bakal Ditata
Respati secara khusus menyoroti kawasan di sekitar Terminal Tirtonadi. Ia ingin kawasan tersebut dikembangkan tidak hanya sebagai tempat orang datang dan pergi, tetapi juga menjadi ruang baru bagi kreativitas dan aktivitas ekonomi masyarakat.
Penataan akan dilakukan dengan mengoptimalkan ruang terbuka dan taman yang sudah ada. Dengan pengelolaan yang lebih baik, kawasan tersebut diharapkan menjadi lingkungan yang nyaman sekaligus memiliki nilai tambah bagi warga.
“Kami berkomitmen bersama Pak Camat dan Pak Lurah untuk mengubah wajah Gilingan, khususnya kawasan di sekitar terminal, menjadi pusat potensi dan kreativitas baru. Kawasan tersebut akan kita tata, termasuk ruang terbuka dan tamannya,” jelasnya.
Respati menekankan bahwa penataan kawasan harus berjalan beriringan dengan pemberdayaan masyarakat. Perubahan tidak boleh berhenti pada perbaikan tampilan kawasan, tetapi juga harus mampu memberikan dampak nyata terhadap kehidupan sosial dan ekonomi warga.
Karena itu, masyarakat akan dilibatkan dalam proses perubahan tersebut. Pemerintah, masyarakat dan dunia usaha diharapkan dapat membangun kolaborasi untuk mengembangkan potensi kawasan Gilingan.
Respati berharap langkah tersebut secara bertahap mampu mengubah stigma negatif yang selama ini melekat pada Gilingan.
“Kita ingin Gilingan tidak hanya dikenal sebagai kawasan transit, tetapi juga sebagai kawasan yang memiliki potensi kreativitas, ekonomi, dan kehidupan masyarakat yang berkembang,” tuturnya.
Dengan penataan kawasan dan penguatan pemberdayaan masyarakat, Pemkot Surakarta menargetkan Gilingan dapat tumbuh menjadi kawasan yang lebih inklusif, produktif dan nyaman, sekaligus memberikan peluang ekonomi yang lebih luas bagi warga.








