SEMARANG, MettaNEWS – Drama menegangkan mewarnai perjuangan regu Fahmil Al-Qur’an puteri Jawa Tengah pada MTQ Nasional XXXI 2026. Sempat tertinggal 10 poin dari Sumatera Barat, tim tuan rumah mampu bangkit melalui dua jawaban tepat di babak rebutan hingga akhirnya membalikkan keadaan dan memastikan tiket semifinal.
Perjuangan dramatis itu disaksikan langsung Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi di Kampus 3 UIN Walisongo Semarang, Senin (14/9/2026) pagi.
Bertanding di Meja 1 sebagai Regu A, Jawa Tengah menghadapi Sumatera Barat sebagai Regu B dan Jambi sebagai Regu C.
Tiga wakil tuan rumah, yakni Laila Nur Khoiriyah, Avina Izzatul Mufrodah, dan Nabila Zuhairani, harus mengerahkan kemampuan hafalan dan pemahaman Al-Qur’an, sekaligus keluasan wawasan, kecepatan mengambil keputusan, serta kekompakan tim.
Sejak awal pertandingan, perolehan angka berlangsung ketat. Jawa Tengah dan Sumatera Barat saling kejar angka. Tekanan semakin terasa ketika regu tuan rumah sempat tertinggal 10 poin.
Situasi berubah saat pertandingan memasuki sesi cerdas cermat babak rebutan.
Jawa Tengah berhasil memanfaatkan momentum. Dua pertanyaan yang dilempar oleh Sumatera Barat dan Jambi berhasil dijawab dengan tepat oleh regu tuan rumah.
Tambahan angka tersebut langsung mengubah peta persaingan. Jawa Tengah berbalik unggul dengan skor sementara 950.
Persaingan pun semakin menegangkan. Sumatera Barat terus berupaya mengejar, sedangkan Laila, Avina, dan Nabila harus menjaga konsentrasi agar keunggulan yang sudah diraih tidak kembali lepas.
Hingga pertandingan berakhir, Jawa Tengah mampu mempertahankan posisi teratas. Skor akhir 1.250 memastikan regu Fahmil Al-Qur’an puteri Jawa Tengah melaju ke babak semifinal.
“Alhamdulillah, kami merasa senang dan terharu. Tidak menyangka bisa meraih kemenangan. Tadi kami sempat selisih sedikit poin, tetapi ternyata masih bisa mengejar nilainya,” kata Laila didampingi Avina dan Nabila seusai lomba.
Ketiganya mengakui babak rebutan menjadi momen paling menegangkan sekaligus penentu kemenangan.
“Bagian yang paling membuat deg-degan adalah saat sesi rebutan karena perolehan nilai kami dengan regu Sumatera Barat hanya berselisih sedikit,” kata mereka.
Jaga Asa Tuan Rumah
Kemenangan tersebut tidak hanya mengantarkan tiga wakil Jawa Tengah ke semifinal. Hasil itu sekaligus menjaga asa tuan rumah untuk berbicara lebih jauh dalam MTQ Nasional XXXI yang berlangsung di berbagai lokasi di Kota Semarang.
Regu Fahmil Al-Qur’an puteri Jawa Tengah dijadwalkan kembali bertanding pada babak semifinal, Kamis (17/9/2026). Jika mampu kembali meraih hasil terbaik, mereka akan melangkah ke babak final yang dijadwalkan berlangsung Jumat (18/9/2026).
Meski berhasil mengamankan tiket semifinal, Laila, Avina, dan Nabila memilih tidak larut dalam euforia. Mereka akan kembali melakukan persiapan dan pendalaman materi untuk menghadapi persaingan berikutnya.
“Setelah ini, kami akan terus belajar dan tetap semangat. Semoga bisa melaju sampai babak final. Insyaallah, amin,” ucap mereka.
Ahmad Luthfi Apresiasi UIN Walisongo
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi yang menyaksikan langsung pertandingan tersebut turut memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan MTQ Nasional XXXI, termasuk keterlibatan perguruan tinggi sebagai lokasi perlombaan.
Ia menyampaikan terima kasih kepada Rektor UIN Walisongo beserta seluruh sivitas akademika yang turut menjadi bagian dalam menyukseskan pelaksanaan MTQ Nasional di Jawa Tengah.
“Saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Rektor UIN Walisongo beserta seluruh sivitas akademika yang ikut menyukseskan MTQ Nasional XXXI di Jawa Tengah. Ini merupakan bentuk kolaborasi karena kampus dilibatkan dalam penyelenggaraan MTQ,” kata Ahmad Luthfi.
Menurutnya, penyelenggaraan MTQ Nasional XXXI di Jawa Tengah bukan sekadar agenda perlombaan. Perhelatan tersebut menjadi ruang kolaborasi yang mempertemukan berbagai unsur masyarakat.
Mulai dari perguruan tinggi, masyarakat umum, pelaku UMKM, ulama, tokoh masyarakat, hingga lintas agama turut terlibat dalam rangkaian kegiatan MTQ.
Dengan kolaborasi tersebut, Ahmad Luthfi berharap kemeriahan MTQ tidak berhenti di panggung perlombaan. Ajang nasional ini juga diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat interaksi masyarakat, menggerakkan perekonomian, sekaligus mempererat semangat kebersamaan di Jawa Tengah.
Bagi regu Fahmil Al-Qur’an puteri Jawa Tengah, perjuangan kini berlanjut. Setelah melewati drama ketat di babak penyisihan, Laila, Avina, dan Nabila harus kembali mempersiapkan diri untuk menghadapi semifinal dan menjaga peluang membawa nama Jawa Tengah hingga partai puncak.








