Juru Sembelih Solo Buka Forum Ngudo Roso, Persoalan Sembelihan Halal di Lapangan Dibedah

oleh
oleh

SOLO, MettaNEWS – Persoalan penyembelihan halal di tengah masyarakat masih membutuhkan perhatian, terutama terkait pemahaman standar dan kompetensi juru sembelih. Hal itu menjadi salah satu pembahasan dalam kegiatan Ngudo Roso yang digelar Juru Sembelih Halal (JULEHA) DPD Kota Surakarta.

Kegiatan bertema “Manising Crito Sak Jroning Jiwo” tersebut diikuti puluhan anggota JULEHA di Bangsal Pradonggo, Kompleks Masjid Agung Surakarta, Ahad (13/9/2026) malam.

Selama sekitar dua jam, forum tersebut menjadi ruang bagi anggota untuk menyampaikan berbagai pengalaman, masukan, hingga persoalan yang mereka temui saat menjalankan aktivitas penyembelihan halal di lapangan.

Sejumlah persoalan mengemuka, khususnya mengenai sosialisasi dan penerapan standar penyembelihan halal oleh juru sembelih di tengah masyarakat.

Ketua DPD JULEHA Kota Surakarta, Muhammad Jamuri, mengatakan Ngudo Roso tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi antaranggota. Forum tersebut juga menjadi sarana bagi pengurus untuk mendengar langsung berbagai persoalan yang dihadapi anggota sekaligus mencari solusi secara bersama-sama.

“Melalui forum ini kami ingin mendengar langsung pengalaman dan persoalan anggota di lapangan. Masukan tersebut menjadi bahan bagi pengurus untuk menentukan langkah JULEHA ke depan,” kata Jamuri.

Selain persoalan teknis di lapangan, penerapan standar kompetensi kerja juga menjadi perhatian. JULEHA mendorong agar pelaksanaan penyembelihan tidak hanya memenuhi ketentuan syariat, tetapi juga mengacu pada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) bidang penyembelihan hewan halal.

Wakil Ketua DPD JULEHA Kota Surakarta, Lanjar Sarwanto, turut memberikan pandangan mengenai kondisi juru sembelih halal serta berbagai tantangan yang masih ditemui dalam praktik penyembelihan di lapangan.

Sementara itu, Muhammad Zaini dari bidang dakwah menyoroti pentingnya sosialisasi penyembelihan halal kepada masyarakat.

Menurutnya, edukasi perlu dilakukan secara berkelanjutan sehingga pemahaman masyarakat mengenai penyembelihan halal tidak berhenti pada persoalan teknis menyembelih hewan semata.

Dari forum tersebut, pengurus DPD JULEHA Kota Surakarta menghimpun sejumlah poin dan masukan untuk ditindaklanjuti. Salah satu yang menjadi perhatian adalah perlunya memperkuat sosialisasi dan edukasi mengenai penyembelihan halal, termasuk pemahaman terhadap standar yang harus dipenuhi oleh seorang juru sembelih.

Forum Ngudo Roso juga diharapkan dapat menjadi ruang komunikasi yang digelar secara rutin antara pengurus dan anggota. Dengan komunikasi tersebut, berbagai persoalan yang muncul di lapangan dapat segera disampaikan, dibahas, dan dicarikan jalan keluar secara bersama-sama.

Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya JULEHA DPD Kota Surakarta memperkuat peran juru sembelih halal dalam memberikan pelayanan penyembelihan yang sesuai syariat, sekaligus memperhatikan aspek keamanan, kesehatan, higienitas, dan standar kompetensi yang berlaku.