SOLO, MettaNEWS – Berhembus kabar Mantan Wali Kota Solo yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan, FX adi Rudyatmo dipanggil Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) ke Istana Negara untuk membicarakan jabatan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenpanRB). Posisi MenpanRB ini kosong sejak Tjahjo Kumolo meninggal dunia pada Juli 2022 lalu.
Untuk mengkonfirmasi hal ini, MettaNEWS berkesempatan menemui FX Rudy di kediamannya Pucang Sawit Jebres Solo, Selasa (30/8/2022).
FX Rudy membeberkan ia menemui Presiden Jokowi lewat perantara Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno.
“Saya ngabari Pak Presiden lewat Pak Pratikno karena saya diberi akses lewat pak Mensesneg saya sampaikan kesana pak mohon izin saya ke Jakarta sampai tanggal 27 Agustus, kalau berkenan dan ada waktu saya mau sowan ke bapak Presiden,” papar FX Rudy kepada MettaNEWS, Selasa (30/8/2022).
Tak kunjung mendapat balasan Mensesneg Pratikno, akhirnya ia mendapat pemberitahuan untuk bertemu Jokowi pada Senin, (29/8/2022) kemarin.
“Saya pulang belum dapat jawaban akhirnya hari Sabtu saya dijawab, Pak Rudy nanti akan diterima Pak Presiden Senin tanggal 29 Agustus jam 13.30 akhirnya maju jam 12.00 saya sudah sampai di istana,” jelasnya.
Selepas pertemuannya dengan Presiden Jokowi, FX Rudy juga menemui Menteri Sekretaris Kabinet pada Kabinet Indonesia Maju periode 2019-2024, Pramono Anung.
Ia pun menepis isu tentang pertemuannya dengan Jokowi untuk menjemput kursi menteri. FX Rudy mengatakan dirinya hanya membicarakan perihal anggaran untuk Industri Kecil Menengah (IKM) Mebel Gilingan dan permasalahan lainnya.
“Apa yang saya sampaikan disana ya ngobrolnya itu. Sopo sing arep milih wong sudra papeki dadi menteri (siapa yang mau milih orang yang rendah derajatnya jadi menteri). Saya itu nglenggono, (menyadari) saya selalu introspeksi diri,” jelas dia.
Meski memiliki kedekatan dengan orang nomor 1 di Indonesia, Rudy menyebut dirinya tak pantas mendapatkan jabatan sebagai anggota Kabinet Kerja. Selain perihal pendidikan, Rudy juga merasa bukan berasal dari kalangan atas.
“Saya tidak punya pendidikan yang lebih. Yang kedua saya ini keluar dari orang derajatnya rendah. Itu kan sudah saya antipasti sendiri. Saya lebih baik jadi orang biasa begini aja,” terangnya.
Rudy menegaskan tidak ada agenda atau pembicaraan khusus terkait kekosongan kursi Menteri (PANRB). Ia mengaku sudah beberapa kali mampir ke istana saat ke Jakarta dan bertemu dengan Jokowi. Saat pertemuan sebelumnya Rudy mengaku ke Jakarta untuk menemui Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri.
“Itu aja, nggak ada pembicaraan lain, hoax itu,” tukasnya.







