SOLO, MettaNEWS – Pembangunan Masjid Taman Sriwedari Solo (MTSS) mandek (terhenti) karena mengalami berbagai kendala. Terlebih masjid yang dibangun di atas tanah sengketa antara Pemerintah Kota (Pemkot) Solo dengan ahli waris RMT Wirjodiningrat tersebut tak kunjung menemui titik terang.
Ketua Panitia Pembangunan Masjid Taman Sriwedari yang juga mantan Wakil Wali Kota Solo, Achmad Purnomo menyebut akan segera mempercepat proses pembangunan. Pihaknya akan melakukan koordinasi dengan Pemkot Solo dan penyusunan panitia pembangunan yang baru.
“Yang penyusunan panitia baru suratnya sudah kita ajukan ke Pak Sekda sekarang sudah di badan hukum, nah kita sekarang menunggu realisasi pembaruan penyusunan kepengurusan,” terang Achmad Purnomo saat ditemui di proyek Masjid Sriwedari, Solo, Jumat (3/6/2022).
Meskipun sebelumnya Pemkot Solo juga telah masuk dan menjadi bagian dari panitia pembangunan, pihaknya menyebut pergantian posisi ini sebagai tahap penyempurnaan. Dengan pergantian dan pengangkatan anggota yang baru.
“Pertimbangannya bermacam-macam, seperti saya dulu diangkat sebagai Ketua Panitia karena dulu saya Wakil Wali Kota, saya mengusulkan ketuanya ganti Pak Wakil Wali Kota (Teguh Prakosa) yang sekarang, juga beberapa yang lain,” ucapnya.
Dirinya yang sebelumnya menjadi ketua, sejak awal pembangunan masjid ini di tahun 2018 mengaku tetap akan terus mendukung proses pembangunan apabila panitia dirombak. Ia pun menyebut dirinya tetap menjadi bagian dari kepengurusan. Ia juga menyebut Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka akan dijadikan sebagai pembina atau penasehat.
“Saya tetap di kepengurusan tapi tidak sebagai Ketua Umum, Pak Wali (Gibran Rakabuming) juga masuk di surat kita, jadi pembina/penasehat,” tutur Achmad.
Pihaknya yang hari ini melakukan kunjungan bersama sejumlah ulama yang tergabung dalam Forum Silaturahmi Ulama Solo, Solo Madani Indonesia Jaya dan PT Wijaya Karya (Wika) sebagai kontraktor menyebut pertemuan tersebut bermula dari rasa keprihatinan. Menyambut baik, pertemuan ini membahas mengenai penyelesaian pembangunan Masjid Sriwedari.
“Saya kan didatangi mereka, wakil-wakil dari umat karena merasa prihatin, kok Masjid Taman Sriwedari yang bagi mereka sangat luar biasa bagus untuk mempersatukan umat kok tidak selesai-selesai bahkan sekarang ada masalah. Mereka datang beramai-ramai ke tempat saya, pengin membantu menyelesaikan pembangunan itu. Visi semangat mereka, masa umat Islam Kota Solo tidak bisa menyelesaikan pembangunan, saya tanggapi dengan baik to,” tutur Achmad.
Dalam penyelesaian masalah itu, Achmad menyebut telah mendapatkan amanah dari Gibran untuk menerima siapa saja yang akan membantu.
“Pak Wali menyerahkan kepada saya siapa yang ingin membantu silahkan siapa saja silahkan, melalui saya. Siapapun yang membantu saya terima termasuk umat ini, harapan saya semoga semangatnya betul-betul, mereka kepingin,” jelasnya.
Achmad berharap siapa pun yang akan membantu proses pembangunan masjid tersebut memiliki semangat dan rasa bersatu agar tak ada masalah kembali.
“Harapan saya, mereka semangatnya betul-betul, yang penting semangat dan bersatu, pembangunan masjid itu Insya Allah tidak jadi masalah,” terangnya.
Achmad yang tak mengetahui target waktu penyelesaian menyebut pertemuannya dengan para ulama Solo menyisakan harapan agar pembangunan dapat rampung secepatnya.
“Masjid ini akan dibangun sampai selesai tanpa memandang siapa itu pemiliknya, kalau pemiliknya pemkot Alhamdulillah, kalau miliknya mereka (ahli waris), mereka (pembantu) yang akan membeli). Begitu kok semangatnya, kata mereka lho ya bukan kata saya. Kita hanya bangun saja, status tanahnya di Pemkot Solo,” tukasnya.








