Taman Satwa Jurug Tutup Per 1 Juli, Pakan Satwa Diusahakan Tetap Terpenuhi Selama Revitalisasi

oleh
Taman Satwa Taru Jurug Solo
Burung Pelikan di Taman Satwa Taru Jurug Solo, Minggu (8/5/2022) | MettaNEWS / Adinda Wardani

SOLO, MettaNEWS – Tidak menerima pengunjung, Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) Solo direncanakan untuk direvitalisasi pada Desember mendatang. Mulai ditutup sementara pada 1 Juli mendatang, segala hal yang menyangkut revitalisasi mulai dimatangkan. Pemerintah Kota (Pemkot) Solo, merencanakan untuk revitalisasi kebun binatang yang berada di Sungai Bengawan Solo akan berlangsung selama enam bulan.

Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka menyebut sudah memikirkan perihal pembayaran gaji pegawai dan ketersediaan pakan satwa selama revitalisasi.

“Langsung direlokasi, nanti Desember sudah dibuka. Gaji selama ditutup ya kita tanggung dulu, ditanggung sendiri oleh Jurug. Nggak kita tanggung semua gaji pemerintah. Pakan hewan, dokter hewan semua sudah ditanggung,” ucap Gibran Rakabuming, saat ditemui di Balai Kota Solo, Selasa (10/5/2022).

Pematangan revitalisasi yang dibahas melalui rapat juga membicarakan mengenai rencana pemindahan pedagang kaki lima (PKL) dan percepatan Detail Engineering Design (DED) TSTJ.

“Lebaran ini masih menerima pengunjung, habis itu dengan sangat terpaksa kita tutup dulu selama enam bulan,” pungkasnya.

Sempat tutup selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) karena pandemi Covid-19, Direktur Perumda TSTJ Solo, Bimo Wahyu Widodo menyebut hal ini membuat pihak pengelola sudah teruji.

“Selama ditutup ya seperti PPKM kemarin, sudah teruji dua tahun. Jadi program kita tetap berjalan apabila ada pembangunan. Pakan satwa tetep diusahakan terpenuhi, operasional tetep berjalan. Nggak mungkin tutup total kan,” ucap Bimo.

Akan ada satwa yang dititipkan ke TSTJ, pihaknya menyebut sistem tukar menukar satwa terdiri dari tiga macam.

“Penukaran satwa itu kan ada tiga macam. Ada hibah, ada bridging low, tukar menukar satwa. Itu nanti masuk program itu. Mungkin dari kita keluar dari sana masuk, begitu,” ucapnya.

Masih menunggu desain secara detail, Bimo menyebut satwa yang akan keluar dan masuk akan terlihat.

“Kandang gajah rencananya pindah kebelakang. Jadi kandangnya dulu dibangun, baru gajahnya nanti dipindah. Tempat gajah dipakai tempat apa nanti kita sampaikan setelah detail semuanya,” tutupnya.