Pesona Pura Mangkunegaran, Tarik Pengunjung di Masa Lebaran

oleh
Pura Mangkunegaran
Destinasi wisata libur lebaran Pura Mangkunegaran, Solo, Jumat (6/5/2022) | MettaNEWS / Adinda Wardani

SOLO, MettaNEWS – Pesona Pura Mangkunegaran mampu menarik pengunjung datang di masa libur lebaran 2022. Menyelenggarakan beberapa kegiatan menarik, seperti kelas tari, foto busana adat dan penyajian apem khas Pura Mangkunegaran, kegiatan ini mampu menjadi daya tarik bagi wisatawan.

Berlangsung sejak 30 April hingga 8 Mei 2022, kegiatan ini dimanfaatkan dengan baik oleh pendatang yang berlibur di masa lebaran. Salah satu ikon Kota Solo ini mampu menjadi destinasi pilihan saat lebaran.

Mampu menarik 350 hingga 400 wisatawan yang datang setiap harinya, KGPAA Mangkunegara X menyebut kegiatan wisata Mangkunegaran sangat positif.

“Sangat positif tentunya. Dengan libur lebaran dengan lebih juga dilonggarkan beberapa pembatasan. Tentu dampak pariwisata disini sangat positif. Dengan jumlah wisatawan yang sangat banyak,” ucap KGPAA Mangkunegara X saat ditemui di Pura Mangkunegaran, Jumat (6/5/2022).

Selain kegiatan ekonomi di Mangkunegaran mampu berjalan dengan baik, kegiatan berwisata ini juga menjadi momen yang baik untuk memperkenalkan budaya Mangkunegaran.

“Termasuk untuk memperkenalkan kebudayaan kita. Kita bisa juga mengajak wisatawan untuk berpartisipasi di Mangkunegaran juga,” jelasnya.

Pura Mangkunegaran
Kelas tari Pura Mangkunegaran, Solo, Jumat (6/5/2022) | MettaNEWS / Adinda Wardani

Sebagai informasi, Kemantren Langenpraja sebagai lembaga kesenian Pura Mangkunegaran yang dibina oleh GRAj. Ancillasura Marina Sudjiwo mengadakan kelas tari gaya Mangkunegaran.

Terbagi menjadi dua versi untuk putri (Gambyong Retno Kusumo) dan putra (Bondoboyo), kelas tari ini berguna untuk memperkenalkan tarian gaya Mangkunegaran kepada wisatawan.

Dengan tiket yang dibanderol Rp 100 ribu ini wisatawan bisa mendapatkan sertifikat pelatihan.

“Ini sangat menyenangkan sekali, pertama banyak yang mengunjungi Mangkunegaran, dan yang paling penting lagi banyak yang beraktivitas dan belajar. Termasuk dengan adanya kelas tari,” terang KGPAA Mangkunegara X.

Pura Mangkunegaran
Sajian khas apem, kolak dan ketan Mangkunegaran, Solo, Jumat (6/5/2022) | MettaNEWS / Adinda Wardani

Sementara untuk kegiatan lain, apem khas Mangkunegaran mampu membuat wisatawan penasaran akan cita rasa yang ada. Ditemani sajian menu

Pura Mangkunegaran seperti kolak dan ketan khas Mangkunegaran, sajian ini sejatinya merupakan tradisi khas Ruwahan.

“Kita juga memperkenalkan makanan khas Mangkunegaran dengan apem. Jadi ini berjalan dengan baik lah,” ucapnya.

Berdasarkan pantauan MettaNEWS, ketiga sajian khas Mangkunegaran ini banyak didatangi wisatawan. Mereka pun nampak menikmati sajian setelah selesai mengikuti tur museum pariwisata Pura Mangkunegaran.

Pura Mangkunegaran
Kereta Kencana Mangkunegara VII Pura Mangkunegaran, Solo, Jumat (6/5/2022) | MettaNEWS / Adinda Wardani

Selain itu, daya tarik lain ialah busana adat dan busana tari Mangkunegaran. Kemantren Langenpraja yang menyediakan busana khas Mangkunegaran ini mampu membuat para wisatawan untuk mencoba busana adatnya. Tak lupa, para wisatawan asik mengebadikan foto saat mengenakan busana yang satu ini.

Masa kegiatan beriwisata libur lebaran di Pura Mangkunegaran rampung. KGPAA Mangkunegara X akan melakukan evaluasi dengan mengemas kegiatan menjadi lebih baik.

“Tentu saat ini masih trial eror juga. Kita masih mencoba untuk melakukan perbaikan. Ini kan cukup baru juga, kita masih belajar gimana kedepannya tentu yang ada sekarang bisa kita rapikan. Kita kemas lagi menjadi lebih baik,” jelas KGPAA Mangkunegara X.

Menjadi pengalaman bagi abdi dalem Pura Mangkunegaran dalam ikut serta di kegiatan libur lebaran 2022, pihaknya akan mengajak bersama-sama berkegiatan.

“Tentunya ini pelajaran untuk kita semua. Belajar pelan-pelan. Untuk kedepannya kita lebih hidupkan kegiatan wisata di Mangkunegaran,” tambahnya.

Dalam perencanaanya, KGPPAA Mangkunegara X menyebut workshop bisa menjadi kegiatan yang bisa digelar di Mangkunegaran.

“Workshop menari bisa kita coba. Tentunya ini pengalaman berharga sekali. Karena kota sambil mencoba kita evaluasi juga. Mungkin kurangnya dimana, kedepannya kita bisa pebaiki. Tapi tentu yang jadi PR menghidupkan wisata Mangkunegaran,” tutupnya.