Sutra Silk dan Rayon Premium, Jadi Tren Mukena Ramadan 2022

oleh
Mukena
Tren mukena Ramadan 2022, di Pusat Grosir Solo (PGS), Kamis (7/4/2022) | MettaNEWS /Adinda Wardani

SOLO, MettaNEWS – Mukena, salah satu perelangkapan ibadah bagi muslimah ini mengalami pergantian tren fashion setiap bulan Ramadan. Tidak hanya motif, kualitas bahan juga menjadi perhatian utama ketika akan memilih mukena. Menggunakan mukena yang nyaman akan membuat para muslimah merasa nyaman saat beribadah. Tren mukena ini dapat diamati dari Pusat Grosir Solo (PGS) yang menjadi kiblat wong Solo dalam berpakaian.

Salah satu pedagang perlengkapan ibadah di Basement PGS, Endah, menyebut tren mukena Ramadan 2022 terjadi pada beberapa jenis mukena berbahan sutra silk dan rayon premium. Sementara untuk mukena berbahan katun Jepang, sutra silk, velvet, rayon premium dan lokal belum banyak dicari pembeli.

“Sutra silk harganya diatas Rp 250.000, rayon premium tergantung variasi bordirnya kalau bordirnya sedikit Rp 200.000, kalau bordirnya banyak diatas Rp 250.000. Kalau yang baru viral itu mukena sutra silk. Tergantung variasinya, semakin tempelannya banyak semakin bagus juga makin mahal diatas Rp 300.000,” sebut Endah saat ditemui di tokonya, Rabu (6/4/2022).

Saat bulan Ramadan, banyak pembeli yang mencari mukena untuk keperluan souvenir tahlil berbahan santung Bali seharga Rp 67.500/partai.

Jenis-jenis mukena setiap tahunnya mengalami inovasi baik dari bentuk, bahan maupun motif dan warna yang mengikuti tren.

“Tren mukena itu kadang juga karena dari artis yang memakai mukena dengan bentuk sedemikian rupa. Terus masyarakat mulai meniru, mukena tersebut jadi banyak yang nyari,” tambahnya.

Saat Ramadan, tren mukena yang masih bertahan lama yakni mukena dengan warna soft seperti putih yang masih banyak dicari pembeli.

“Kalau pas Ramadan itu mukena yang simple banyak dicari. Yang penting enak dipakai pas salat tarawih. Tapi kalau mukena yang buat Ied Dul Fitri pembeli pengen yang lebih indah, bagus, variasinya lebih banyak. Karena kan cuma dipakai sekali aja, beda sama yang dipakai pas salat tarawih yang dipakainya hampir tiap hari,” ucap Endah.

Berbeda saat bulan Ramadan, pembeli yang mencari mukena untuk kebutuhan pernikahan mencari model mukena dengan pernak pernik yang banyak dan juga mudah dibentuk.

“Kalau buat nikahan itu mukena yang dicari yang renda dan mutiaranya lebih banyak, karena lebih cantik,” tuturnya.

Selain menjual mukena, tokonya juga menjual perlengkapan ibadah lain seperti sajadah. Endah menyebut sajadah yang paling banyak dicari yakni sajadah berbahan busa dengan tambahan bludru. Dibanderol dengan harga yang sama, sajadah tanpa busa yakni sajadah bordir seharga Rp 150.000.

“Sajadah busa yang nyari biasanya orang sepuh (tua), kalau yang muda itu kebanyakan nyari sajadah travelling yang simple gampang dibawa. Bahannya silk Rp 35 ribu sampai Rp50 ribu,” tutur Endah.

Sementara itu, salah satu pedagang pakaian muslim Toko Ilham, Ira, menyebut memasuki bulan Ramadan yang sudah berjalan selama lima hari ini permintaan mukena mulai berdatangan setiap harinya. Untuk motif mukena yang paling banyak dicari yakni motif batik. Sementara untuk mukena berbahan katun mikro seharga Rp 280.000 menjadi mukena dengan kualitas terbaik.

“Pembeli nyarinya mukena seharga Rp 100 ribuan, kalau yang berdasarkan bahan itu paling banyak nyarinya yang bahan katun,” sebut Ira saat ditemui di Toko Ilham, PGS, Kamis (7/4).

Selain menjual mukena, tokonya juga menjual pakaian muslim seperti koko dan kurta. Ira menyebut tren pakaian muslim Ramadan ini yaitu kurta, atasan yang memiliki panjang diatas lutut dengan kerah sanghai.

Ira yang sudah berjualan busana muslim sejak 2007 menyebut, tren fashion muslim tidaklah berganti-ganti seperti pakaian muslimah sehingga setiap tahunnya hanya sedikit perubahan untuk tren busana pada laki-laki. Sementara untuk sajadah, Ira menyebut penjualan di tokonya tidak begitu banyak.

“Nggak begitu banyak yang nyari sajadah. Tapi kalau sarung malah banyak permintaan. Motifnya itu yang dicari motif biasa, kotak-kotak dicari semua kalangan,” pungkasnya.