Sukses Gelar Muscab, Hipmi Surakarta Komitmen Berdayakan Pengusaha Muda Hadapi Tantangan Ekonomi

oleh
oleh
Respati Ardi menyerahkan kenang-kenangan pada ketua Hipmi Surakarta yang baru, Wahyu Adi Wibowo pada Muscab X BPC Hipmi Surakarta 2025 | MettaNEWS / Puspita

SOLO, MettaNEWS – Sukses menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) X dan memilih ketua baru, Badan Pengurus Cabang (BPC) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Solo berkomitmen untuk terus memberdayakan pengusaha muda dalam menghadapi tantangan ekonomi. Muscab X yang berlangsung pada Sabtu (8/3/2025) di Solia Zigna Hotel Solo mengusung tema “Satu Visi, Satu Langkah, Satu Tujuan”.

Logo Muscab X BPC Hipmi Surakarta 2025 merepresentasikan semangat kebersamaan dan visi menuju kesuksesan. Gunungan dalam logo melambangkan cita-cita tinggi, elemen air mencerminkan fleksibilitas dan kemapuan beradaptasi, sosok Arjuna menjadi simbol kerendahan hati dan kebijaksanaan, sementara papan panah menegaskan komitmen dan focus terhadap visi organisasi. Warna-warni logo menggambarkan keberagaman, dan keberadaan Keris mewakili akar budaya lokal yang kuat dan menegaskan sebuah kewibawaan dalam jiwa kepemimpinan.

Muscab X bukan sekadar forum sarasehan bisnis, tetapi juga momentum regenerasi kepemimpinan yang menjadi landasan perubahan nyata. Logo Hipmi mencerminkan perjalanan kolektif menuju keberhasilan bersama, selaras dengan komitmen untuk berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Surakarta dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

“Hipmi harus berdaya, artinya harus menjadi motor, berperan tidak hanya menumbuhkan bibit pengusaha baru tapi juga memajukan perekonomian di Kota Solo,” ujar Ketua Hipmi Kota Surakarta, Wahyu Adi Wibowo.

Dalam kepemimpinan yang baru, Hipmi Solo menekankan pentingnya kolaborasi dan inovasi.

“Berkolaborasi dalam hal ini sebaiknya Hipmi harus solid di dalam. Kemudian harus bekerja sama dengan Hipmi di Solo Raya ini dalam rangka Aglomerasi, yang ada di Jateng, dan kita harus tampil di level yang lebih tinggi yaitu nasional,” ungkapnya.

Ia juga mengajak para anggota untuk terus meningkatkan kemampuan diri serta merangkul para pebisnis muda agar semakin banyak yang bergabung dan berkolaborasi.

“Ke depan, kami berharap bisa terus meng-upgrade dan meng-upskill anggota organisasi, sekaligus menarik lebih banyak pengusaha muda untuk bergabung,” tambahnya. Pada 100 hari pertama kepemimpinan, HIPMI Solo juga akan memprioritaskan kontribusi terhadap pembangunan Kota Surakarta.

Turut hadir dalam acara tersebut, Wali Kota Respati Ardi dan Wakil Wali Kota Astrid Widayani yang sebelumnya menjabat sebagai Ketua Umum dan Wakil Ketua Umum Hipmi Solo periode 2023-2026. Dalam pidatonya, Respati Ardi menegaskan bahwa Hipmi harus menjadi mitra strategis pemerintah dalam mencari solusi inovatif dan berperan aktif dalam Astacita Surakarta.

Aditya Jagaddhita sebagai Ketua OC (Organizing Committee) Muscab X BPC Hipmi Surakarta menyebut pengemasan Muscab kali ini berbeda dengan sebelumnya.

“Lagu Indonesia Raya dan Hymne Hipmi dibawakan secara live oleh Klaudia Kristi sehingga menambah kehikmatan acara dan experience” yang berbeda. Sebagai bagian dari rangkaian tema acara, drama pendek dari Moko Dance bertema Gathotkaca dan Raden Boma turut dipentaskan untuk menyambut pemimpin baru HIPMI Solo. Drama ini menggambarkan filosofi bahwa pertarungan sejati dimulai dari niat baik untuk menjaga dan membangun. Seorang kesatria sejati mengetahui kapan harus bertarung dan kapan harus merangkul. Kemenangan sejati terwujud dalam persatuan dan harmoni setelahnya. Hidup adalah perjuangan, dan kemenangan yang mulia dicapai ketika semua pihak dapat bersatu dan bergerak maju Bersama,” beber Aditya.

Program yang menjadi fokus Hipmi periode 2025-2028 antara lain :

– Penguatan Daya Saing UMKM Berbasis Ekosistem Bisnis

– Pengembangan Kompetensi dan Peluang Kerja Berbasis Ekosistem Ketenagakerjaan

– Posyandu berbasis Standar Pelayanan Minimal Guna Mendukung Integrasi Layanan Primer

– Optimalisasi BUMD dan Pendapatan Asli Daerah

–  Penguatan Daya Saing Kota berbasis Budaya, Pariwisata, Olahraga, dan Ekonomi Kreatif

– Penguatan Ruang Publik yang Inklusif  Pangan

–  Optimalisasi Command Center dan Big Data Analytic dalam Rangka Mewujudkan Smart City

–  Pengembangan Pusat Distribusi Logistik untuk Ketahanan Pangan.