Solo Champions & Impact Festival 2026 Resmi Dibuka, Sediakan Hadiah dan Beasiswa Rp3 Miliar

oleh
oleh

SOLO, MettaNEWS — Solo Champions & Impact Festival 2026 resmi dibuka di koridor Gatot Subroto (Gatsu), Kota Surakarta, Jumat (1/5/2026) malam. Ajang kolaborasi antara Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Solo dan STIE Surakarta ini menyediakan total hadiah dan beasiswa mencapai Rp3 miliar.

Pembukaan festival berlangsung meriah dengan penampilan Wolfpack serta fashion show Wow Batik yang menarik perhatian masyarakat.

Ketua STIE Surakarta, Aditya Liliyan, menjelaskan bahwa Solo Champions & Impact Festival 2026 merupakan kompetisi terbesar di wilayah Soloraya yang terbuka bagi pelajar hingga masyarakat umum. Salah satu program unggulannya adalah UMKM Challenge.

“Kami mengkurasi UMKM melalui pelatihan dan inkubasi. Bagi yang lolos, tersedia total hadiah Rp300 juta untuk tiga pelaku UMKM,” jelas Aditya.

Selain itu, festival ini juga menghadirkan berbagai kompetisi lain seperti olimpiade sains, e-sport, editing video, food trainer untuk pelajar SMA, band competition, hingga kampanye pengelolaan sampah dan olahraga lari.

Aditya menegaskan, kepedulian terhadap lingkungan menjadi salah satu fokus utama kegiatan ini. Melalui kampanye tersebut, masyarakat diajak untuk lebih bijak dalam mengelola sampah dari hulu hingga hilir.

“Kami ingin sampah bisa dikelola dengan baik dan memiliki nilai guna,” tambah Aditya.

Ia juga menyebutkan, total hadiah tahun ini meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp1,5 miliar. Festival ini sendiri telah dimulai sejak awal April 2026, sebelum resmi dibuka pada 1 Mei.

Puncak acara dijadwalkan berlangsung di Solo Square Mall pada 9–12 Juli 2026 mendatang.

Sementara itu, Ketua Hiomi Solo, Bowo, mengatakan kolaborasi ini bertujuan menciptakan iklim pendidikan dan kewirausahaan yang lebih dinamis di Kota Solo.

Menurutnya, UMKM Challenge menjadi pembeda dalam festival tahun ini, dengan batas usia peserta maksimal 40 tahun sesuai dengan ketentuan Hipmi.

“Kami ingin menjaring pelaku usaha baru, khususnya di sektor ekonomi kreatif, untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Kota Solo,” jelasnya.

Bowo juga menekankan pentingnya kampanye pengelolaan sampah yang diangkat dalam festival ini. Ia menilai persoalan sampah merupakan isu bersama, baik di tingkat kota maupun nasional.

“Kami ingin mengedukasi bahwa sampah memiliki nilai ekonomi dan bisa dikelola menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat,” pungkasnya.