Suhu Panas Kamboja, Asupan Nutrisi dan Cairan Atlet Dipantau untuk Cegah Dehidrasi

oleh
Suhu panas Kamboja
Atlet-atlet NPC Indonesia saat berada di bandara Rabu (31/5/2023) | Dok: NPCI

KAMBOJA, MettaNEWS – Suhu panas jadi salah satu tantangan yang harus atlet NPC Indonesia hadapi pada ASEAN Para Games 2023 di Kamboja.

Sebelumnya atlet NPC Indonesia telah sampai di Banda Phnom Penh pada pukul 06.00 dan 07.00 waktu setempat.

Khusus di Phnom Penh, Kamboja suhu di kota ini bisa panas mencapai 38 derajat celcius, meski dalam beberapa hari terakhir sudah menurun 33-34 derajat celcius.

Antisipasi terjadinya dehidrasi pada atlet menjadi salah satu pantuan tim dokter National Paralympic Committee (NPC) Indonesia.

Dokter tim NPC Indonesia, Abdullah Al Hazmy mengungkapkan hal pertama yang harus atlet lakukan ialah menjaga kebutuhan cairan tubuh.

“Ini penting untuk mencegah dehidrasi karena suhu yang tinggi ini dan sangat beresiko heat stroke,” kata Hazmy, Rabu (31/5/2023).

Langkah mencegah dehidrasi, Hazmy memaparkan, seluruh atlet sudah harus makan berat maksimal dua jam sebelum pertanding.

Selain itu, kebutuhan sayuran juga menjadi perhatian tim dokter NPC Indonesia untuk asupan nutrisi atlet sekaligus pencegahan dehidrasi.

Kemudian kebutuhan air putih setidaknya satu liter sebelum berlatih maupun bertanding.

“Jangan sampai ketika latihan merasa haus. Jika itu terjadi, kondisi tersebut sudah menunjukkan satu persen atlet mengalami dehidrasi,” jelasnya.

“Harus siapkan handuk dingin atau yang sudah basah untuk menurunkan suhu tubuh. Terutama di kepala hingga leher. Ini langkah yang efektif untuk pencegahan dehidrasi,” tambah Hazmy.

Soal penambahan suplemen maupun vitamin untuk pencegahan dehidrasi, dokter asal Solobaru, Sukoharjo ini menyerahkan kebijakan tersebut kepada masing-masing cabor.

“Biasanya soal suplemen apa yang boleh dikonsumsi dari pelatih sudah punya catatannya. Tim pelatih juga berkonsultasi ke kita soal penambahan vitamin,” tegas Hazmy.