SOLO, MettaNEWS – Meski Idul Adha 1443 H masih bulan Juli mendatang, permintaan kambing untuk kurban di Pasar Kambing Semanggi sudah mulai ada, Senin (13/6/2022). Dibandingkan dengan tahun lalu yang sepi karena pandemi Covid-19, permintaan kambing menjelang Idul Adha tahun ini lebih banyak.
Mustafa pedagang kambing Barokah asal Semanggi mengaku sedikit memiliki harapan akan mendapat pemesanan kambing lebih banyak di Idul Adha tahun ini.
“Ya alhamdullilah ini agak lebih ramai timbang kemarin, tapi pasar sapi kan ditutup jadi kambing masih bisa jual beli. Sapi tidak bisa karena nihil pasokan. Kalau waktu pandemi kemarin memang benar-benar merosot, kira-kira setengah dari biasanya, 50 persen lah,” ucap Mustafa.
Saat ini wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) sedang merebak di beberapa wilayah. Hal ini menyebabkan distribusi sapi mengalami kendala karena tidak ada pasokan. Namun, berbeda dengan sapi, pasokan kambing kurban untuk Idul Adha tak mengalami kendala. Meskipun permintaan lebih banyak, Mustafa menyebut untuk saat ini belum mempengaruhi harga penjulan.
“Harganya masih relatif mendatar, biasa aja. Sementara ini belum mendekati hari H masih Rp 1,7 juta sampai Rp 1,8 juta ada per kambingnya. Tapi kalau mendekati sekitar Rp 2 juta sampai Rp 2,2 jutaan itu h min 3-an 7-an. Paling akhir bulan ini,” ungkap Mustafa.
Meskipun begitu kenaikan harga kambing dapat terjadi di waktu dekat yakni sepekan hingga tiga hari menjelang Idul Adha. Diperkirakan kenaikan harga akan berkisar antara Rp 300 ribu hingga Rp 500 ribu.
Di lapaknya, Mustafa menjual kambing jenis Jawa randu koploh dan semi koploh. Pembeli lebih banyak berasal dari daerah Solo. Sedangkan untuk pasokan ia mengaku membeli kambing dari Ponorogo, Jawa Timur.
“Ya lokal sama udah ada langganan sama bakul-bakul. Biasanya dari Ponorogo langsung pasarnya,” terang Mustafa.
Masih dalam pantauan PMK, kambing-kambing di pasar tersebut selalu dicek kesehatannya oleh Dinas Kesehatan Pangan dan Pertanian (DKPP) Solo.
“Ya alhamdullilah untuk kesehatan dari Solo tiap hari atau 3 hari sekali ada yang kesini. Alhamdullilah aman yang penting yang sakit sakit tidak di jual gitu aja,” ucapnya.
Sudah menjual sebanyak 17 kambing sejak Jumat (10/6) lalu, Mustafa menyebut penentuan harga berdasarkan ukuran kambing. Untuk kambing terkecil dibanderol seharga Rp 1,7 juta sedangkan untuk kambing yang paling mahal dapat mencapai harga Rp 4 juta dilihat dari usia.
Selain menjual kambing di pasar, Mustafa juga menjualnya secara online dengan memanfaatkan Facebook. Pembeli pun dapat memesan dan menitipkan kambing yang dibeli selama h-15 Idul Adha.
“Ada yang dibawa langsung dan ada juga yang dititipin dulu. Tapi saya kalo dititipkan h-15 biar tidak susut bobotnya.Nanti h-15 ada yang beli kita rawat dulu disini sampai hari H,” terang Mustafa.








