Sowan ke Ponpes Al-Muayyad, DPC Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Solo Minta Restu dan Masukan Ulama

oleh
oleh

SOLO, MettaNEWS – Jajaran fungsionaris DPC Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kota Surakarta  sowan ke Pondok Pesantren Al-Muayyad, Mangkuyudan, Rabu (26/2/2026). Kunjungan tersebut menjadi bagian dari silaturahmi sekaligus pengenalan kepengurusan baru kepada masyarakat.

Rombongan dipimpin langsung Ketua DPC PDIP Kota Surakarta, Aria Bima, dan diterima oleh pengasuh Ponpes Al-Muayyad, KH Abdul Rozaq Showafi. Kegiatan diawali dengan perkenalan para fungsionaris, dilanjutkan dialog hangat, dan ditutup dengan buka bersama.

Aria Bima menyampaikan, sowan ke Al-Muayyad merupakan langkah awal menjalin komunikasi dengan berbagai elemen masyarakat di Solo.

“Kami merasa perlu sowan ke seluruh lapisan masyarakat. Al-Muayyad adalah salah satu simpul penting masyarakat Solo. Selanjutnya kami juga akan sowan ke ormas, partai politik, kepala daerah, hingga bertemu langsung warga Kota Solo,” tutur Aria Bima.

Selain memperkenalkan diri, lanjut Aria Bima, kepengurusan baru juga membutuhkan masukan, saran, dan kritik membangun sebagai bekal menjalankan organisasi lima tahun ke depan.

“Kami pengurus baru yang perlu memperkenalkan diri langsung kepada warga. Al-Muayyad bukan hanya penting bagi Solo, tetapi juga Indonesia. Banyak tokoh lahir dari pesantren ini. Nasihat KH Rozaq sangat kami harapkan,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, KH Abdul Rozaq Showafi berpesan agar para pengurus tetap menjaga amanah dan menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab demi kemaslahatan masyarakat.

“Tetap menjaga amanah, itu yang terpenting. Dengan begitu akan mampu memberikan kenyamanan dan kemaslahatan bagi seluruh warga. Setiap tugas harus bisa dipertanggungjawabkan di kemudian hari,” pesannya.

Selain Aria Bima, hadir pula Bendahara DPC Bambang Nugroho, Wakil Ketua DPC yang juga Ketua DPRD Kota Surakarta Budi Prasetyo, serta sejumlah fungsionaris lainnya.

Silaturahmi ini diharapkan menjadi awal sinergi antara partai politik dan kalangan pesantren dalam menjaga kondusivitas serta mendorong pembangunan Kota Solo yang inklusif dan harmonis.