“Solo Ngangeni, QRIS Migunani” BI Solo Luncurkan Becak Digital dan Dorong Wisata Ramah Pembayaran Nontunai

oleh
oleh
Wakil Wali Kota Solo Astrid Widayani mencoba naik becak dengan pembayaran melalui QRIS keliling atrium Solo Square | MettaNEWS / Puspita

SOLO, MettaNEWS – Bank Indonesia (BI) Solo bersama ASITA Surakarta resmi meluncurkan program ADIPATI (Akselerasi Digitalisasi Pembayaran Terkini) 2025 yang bersinergi dengan Bengawan Solo Travel Mart (BSTM) 2025. Dengan tema “Solo Ngangeni, QRIS Migunani,” program ini menandai langkah besar Solo menuju kota wisata berbasis digital yang ramah wisatawan dan tetap menjaga kearifan lokal.

Acara pembukaan berlangsung di Atrium Solo Square pada Rabu (8/5/2025) dan dihadiri oleh Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani, Forkopimda, Keraton Mangkunegaran, Kasunanan, serta pelaku UMKM, komunitas digital, dan perbankan.

Kepala Perwakilan BI Solo, Dwiyanto Cahyo Sumirat, mengatakan digitalisasi melalui QRIS tidak menghilangkan budaya, melainkan menyempurnakannya.

“QRIS adalah solusi yang tidak hanya memudahkan wisatawan, tapi juga meningkatkan daya saing Solo di kancah global,” ujarnya.

Salah satu terobosan utama adalah peluncuran layanan QRIS pada becak wisata. Sebanyak 80 pengayuh becak telah mendapatkan edukasi dan kini bisa menerima pembayaran nontunai. Program ini akan terus dikembangkan secara bertahap hingga seluruh becak di Solo dapat melayani wisatawan dengan QRIS, terutama di kawasan destinasi heritage seperti Keraton, Pasar Klewer, dan Benteng Vastenburg.

“Becak bukan hanya milik orang tua. Kami ingin anak muda pun nyaman menggunakan becak tanpa khawatir soal metode pembayaran. QRIS menjawab kebutuhan itu,” tambah Dwiyanto.

Kabid Lalu Lintas Dishub Surakarta, Ari Wibowo, menyebut pihaknya mendukung penuh inisiatif ini.

“Sudah ada wisatawan yang ingin bayar pakai QRIS tapi gagal, akhirnya pinjam QRIS tukang foto di lokasi tersebut. Karena itu kami fasilitasi penggunaan QRIS untuk becak, dimulai dari 8 unit dan akan bertambah,” ujarnya.

Sosialisasi lebih lanjut akan dilakukan pada 14 Mei mendatang kepada 100 penarik becak dari seluruh paguyuban di Solo. Selain edukasi QRIS, pelatihan juga akan mencakup aspek keamanan.

Program ADIPATI 2025 juga mencakup inisiatif “Mbayar Pajak Nganggo QRIS”, sistem e-ticketing “Go Hepi”, dan platform SPLIT untuk transparansi transaksi pajak. Kolaborasi ini melibatkan Pemkab Wonogiri dan mendukung pertumbuhan UMKM serta sektor wisata secara menyeluruh.

Tak hanya domestik, Solo juga membuka peluang transaksi lintas negara melalui fitur QRIS Cross Border untuk wisatawan dari Thailand, Malaysia, dan Singapura.

Rangkaian BSTM dan ADIPATI 2025 berlangsung hingga 10 Mei, menghadirkan pameran destinasi, produk UMKM, hingga talkshow edukatif yang menegaskan posisi Solo sebagai kota digital yang tetap ngangeni dan migunani.