Simulasi Surat Suara Pilpres Cuma 2 Kolom, PDI Perjuangan Solo Protes KPU

oleh
oleh

SOLO, MettaNEWS – PDI Perjuangan Solo memprotes surat suara yang digunakan dalam simulasi pemungutan suara oleh KPU. Pasalnya untuk surat suara pemilihan presiden hanya menampilkan 2 kolom pasangan calon. Padahal saat ini ada 3 pasangan calon presiden dan wakil presiden.

Liasion Officer (LO) PDIP Solo, YF Sukasno memprotes surat suara dalam simulasi yang tidak mendekati aslinya.

YF Sukasno menemukan kasus ini saat ia mensosialisasikan surat suara pada masyarakat.

“Jadi kami minta contoh surat suara. Kalau partai politik yang minta kan boleh. Diberi sama KPU 5 surat suara, lengkap. Yakni pilpres, DPD, DPR RI, DPR Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota. Setelah membuka kertas suara tersebut Sukasno baru mengetahui untuk kolom pilpres hanya ada 2 kolom.

“Simulasi itukan latihan mendekati riilnya. Tapi tetap saya simulasikan pada tetangga-tetangga. Mulai dari anak muda usia 20 tahunan hingga orang tua usia 60 tahun lebih. Begitu kami perlihatkan surat suara presiden mereka bertanya kok kolomnya cuma 2 padahal calonnya kan 3,” tandas Sukasno.

Meskipun begitu, Sukasno tetap menjelaskan bahwa itu hanya kertas suara contoh.

“Tapi asumsi mereka kalau calonnya 3 walau hanya contoh juga harusnya tetap 3 kolom. Ya saya jawab ini cuma untuk latihan. Meskipun begitu yang anak-anak muda tersebut bilang meskipun contoh harusnya tetap 3 kolom, sesuai dengan aslinya,” tandasnya.

Menurut Sukasno hal ini menyesatkan. Ia mengatakan KPU Solo menjalanlan tugas dari KPU Pusat. Dengan simulasi surat suara yang tidak sesuai aslinya ini menimbulkan banyak persepsi dari masyarakat.

“Simulasi kan mendekati riil nya. Jadi menurut saya kartu suara untuk simulasi ini menyesatkan. Kemudian apa motivasi KPU membuat ini. Kalau alasan irit dan  efisiensi sudah tidak masuk akal. Karena yang surat suara parpol peserta pemilu dibuat semua 18 kolom. Jadi sekali lagi saya tanyakan motivasinya apa KPU,” tegas Sukasno.

Ketua Fraksi PDI Perjuangan ini menandaskan seharusnya untuk surat suara harus sama mendekati aslinya. Seperti bentuk kertas suara apakah vertikal atau horisontal.

“Ini juga penting. Kalau bentuknya kartu suara horisontal atau vertikal ya harusnya dibuat seperti itu,” tuturnya.

Sukasno mengatakan ketua DPC PDI Perjuangan FX Hadi Rudyatmo sudah mengetahui hal ini.

“Penjelasan dari KPU Solo menjawab terimanya dari KPU Pusat sudah jadi seperti ini. Jadi ini yang dipakai simulasi. Harusnya ya sesuai dengan paslon inikan untuk berlatoh semua teman-teman caleg seluruh Indonesia,” tandasnya. 

Sementara itu, Ketua KPU Solo Bambang Christanto menegaskan, pihaknya hanya menjalankan instruksi dari KPU Provinsi yang juga menerima tugas dari KPU Pusat.

“Melaksanakan simulasi sesuai dengan instruksi KPU RI. Dengan kata lain, surat suara yang digunakan dalam simulasi berasal dari KPU RI. Kalau ada yang protes ya monggo ini kan di negara demokrasi,” tutupnya.