Simak Cara Duta Genre Indonesia Hadapi Masalah Insecurity, Penyakit Mental hingga Stunting

oleh
Genre
Kanan Duta Genre Solo, Iqbal Febrian dan kiri Juara 3 Duta Genre Indonesia, Jedidiah Donniar Yajnavido | MettaNEWS / Adinda Wardani

SOLO, MettaNEWS – Sebagai Juara 3 Duta Generasi (Genre) Indonesia, Jedidiah Donniar Yajnavido atau yang akrab disapa Vido itu terus berperan aktif mengentaskan masalah remaja. Salah satunya dengan berkolaborasi bersama Duta Genre dari berbagai wilayah, termasuk Kota Solo.

Baru-baru ini, Vido menjadi narasumber dalam sub program kerja Duta Genre Solo “Balita”. Bersama Duta Genre Solo 2022, Iqbal Febrian, Vido berperan aktif untuk menyampaikan berbagai poin seputar mental health atau kesehatan mental bagi remaja.

D Balita edisi ke-2 tersebut, mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) itu menekankan tentang bagaimana para remaja harus aware tentang mental health.

“Mental health itu sama pentingnya dengan kesehatan fisik, kita kalau mau sehat secara fisik kita harus sehat secara mental. Maka dari itu perlu adanya konselor untuk sebaya, tentang bagaimana kita bisa menjadi pendengar yang baik,” ujar Vido saat ditemui MettaNEWS, Rabu (23/11/2022).

”Nggak terlalu jauh harus kasih saran atau solusi ketika ada yang curhat ke kita, cukup menjadi telinga saja untuk teman-teman yang membutuhkan,” tambahnya.

Vido menyebut permasalahan mental illnes atau penyakit mental menjadi PR yang perlu digaris bawahi.

“Buat teman-teman apabila ada yang merasa ada mental illnes jangan ragu datang ke psikiater atau sharing ke orang yang kalian percayai,” ujarnya.

Selain mental illnes, mahasiswa berusia 17 tahun itu menyebut insecurity dan stunting menjadi permasalahan yang general di kalangan remaja.

“Di Indonesia angka stunting anak-anak sangatlah banyak, mereka tidak mendapatkan gizi dan pola asuh yang baik dari orang tuanya yang akhirnya berdampak bagi diri mereka saat tumbuh remaja,” sebut Vido.

Untuk menghadapi masalah ini, Dugen membuat solusi lewat proker. Berbeda dengan Iqbal, Vido memiliki proker yang ia beri nama Armagedon.

“Armagedon atau aksi remaja gebrak podon itu diambil dari saluan dari Sulawesi yang artinya kerdil, di setiap proker Genre kami fokus dengan stunting, maka kami giat melakukan sosialisasi dan sharing pengetahuan dengan aksi sosial untuk mencegahnya,” ujar Vido.

Vido berharap Duta Genre dapat terus membangun kegiatan yang bermanfaat dengan esensi sama dan dikemas dengan cara unik nan berbeda.

“Saya sangat senang Duta Genre memiliki circle lingkungan yang positif, kedepannya saya berharap ada kegiatan yang lebih bervariatif, karena untuk saat ini talkshow online sudah cukup sering maka teman-teman bisa menciptakan gebrakan baru lewat ini,” pungkasnya.