SOLO, MettaNEWS – Upaya Duta Generasi (Dugen) Kota Solo dalam memerangi masalah remaja sangatlah beragam. Salah satunya melalui program kerja (proker) Ranting Gaharu (gerakan anti stunting jaga harapan Indonesiaku).
Proker yang diinisasi Juara I Duta Genre Kota Solo 2022, Iqbal Febrian ini memiliki 4 sub kegiatan. Adapun sub kegiatan ini meliputi Balsem (Iqbal bahas pesan film), Biopsi (Iqbal ngisi sosialisasi), Boosting (buat menu cegah stunting) dan Balita (bareng Iqbal berbagi cerita).
“Balsem itu membahas pesan-pesan film yang bisa diambil dan dipelajari. Kalau Biopsi saya mengisi sosialisasi di PIK-R (Pusat Informasi dan Konseling Remaja-red) yang ada di Solo. Untuk Boosting, di sub ini saya berkolaborasi dengan PIK-R yang ada untuk membuat menu atau demo memasak yang nantinya bisa menekan angka stunting, dengan memperhatikan nilai gizi,” ujar Iqbal.
Di pekan ketiga November, Iqbal berkesempatan menggelar kegiatan Balita. Kegiatan yang dilaksanakan di Hetero Space Solo pada Rabu (23/11/2022) siang itu membahas tentang mental health. Dengan narasumber Juara 3 Dugen Indonesia, Jedidiah Donniar Yajnavido.
“Balita itu ada dua konsep, konsep yang pertama ada live Instagram, konsep kedua offline. Dan ini sudah terrealisasi dua kali, yang pertama live IG dengan juara I Duta Genre Indonesia tahun 2022 Novera Mawaddah dari Riau,” jelasnya.
Mengusung tema “Recover Mental Health Recover Stronger” sebanyak 35 peserta dari PIK-R se-Solo hadir. Pada awalnya Iqbal dan rekan-rekannya di Dugen hanya menargetkan 25 peserta saja. Namun siapa sangka peserta yang hadir justru melebihi ekspektasi.
“Antusiasme sangat luar biasa tapi tadi sempet pesimis karena dimulainya jam 1 di jam-jam sibuk orang beraktivitas, orang mulai ngantuk lapar apa nanti ada yang datang, tapi alhamdulillah yang datang malah melebihi kuota dan mereka aktif semua, kita berdiskusi bareng sekaligus belajar,” ujar Iqbal.
Balita memiliki tema yang berbeda-beda di tiap edisi. Balita ini menjadi salah satu brainstorming yang terus ia galakkan. Di setiap pelaksanaanya, Dugen Solo 2022 itu mengajak berbagai narasumber yang berperan aktif dalam memerangi masalah remaja.
“Balita yang pertama tentang toxic realitionship judulnya tentang Putus atau Terus, Ku Kira Judul Lagu Ternyata Kisah Cintaku, dikemas dengan menarik agar para remaja bisa menerima dan mendapatkan ilmu, karena apa yang kami angkat pastinya relate dengan kehidupan,” tukasnya.
Acara Balita ini dirasakan manfaatnya oleh Defani Aulia Salsabila (18) mahasiswa Universitas Setia Budi (USB) Solo.
“Talkshow Balita ini bermanfaat banget buat saya dan teman-teman PIK-R. Banyak ilmu baru yang bisa saya dapat dan kita bisa brainstorming juga. Pembawaan narasumbernya juga luwes dan mudah dipahami tiap materinya. Saran kedepan bisa diadakan untuk masyarakat umum nggak cuma PIK-R saja,” ujar Aulia.








