SOLO, MettaNEWS – Menteri Investasi Republik Indonesia (RI)/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia jadi penyanyi dadakan di Gala Dinner presidensi G20, Kamis (7/7/2022). Ia yang awalnya duduk anteng bareng Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka diajak naik ke atas panggung oleh Edo Kondoligit.
Sebelumnya Edo tampil membawakan beberapa lagu daerah dari Kalimantan Timur, Sulawesi dan Maluku yakni Yamko Rambe Yamko ciptaan Tjoek Soeparlan, Paris Berantai karya Anang Ardiansyah dan lagu asal Maluku, Rasa Sayange.
Usai membawakan lagu ini, Edo menantang Menteri BKPM untuk naik ke atas panggung menyanyikan lagu Jawa.
“Bapak ibu sekalian malam hari ini ada penampilan spesial yang sudah berlatih puluhan tahun beliau ingin menampilkan sebuah lagu untuk istrinya dan masyarakat Jateng, saya ajak adik saya yang ada di sini duduk di depan,” seloroh Edo sembari menunjuk Bahlil usai membawakan lagu di Gala Dinner di Pendapi Gede Balai Kota Solo, Kamis (7/7/2022).
Tanpa pikir panjang, Bahlil langsung berdiri menghampiri Edo ke atas panggung. Tancap gas membawakan lagu sang maestro campur sari, Didi Kempot, Sewu Kutha. Awalnya ia bernyanyi tanpa tanpa iringan musik. Seolah baru pemanasan, iringan musik lalu mengiringi Bahlil yang terus bernyanyi.
Pria kelahiran Maluku Tengah ini ternyata mampu membawakan lagu ini dengan cukup baik. Dengan logatnya, Bahlil membuat delegasi negara G20 jadi sobat ambyar di Gala Dinner malam ini. Sesekali Edo juga ikut bernyanyi lantaran rekannya lupa lirik pun salah lirik. Di sela-sela bernyanyi, Bahlil yang mengenakan blangkon lengkap dengan batik coklatnya itumenyorakkan kalimat merdeka kepada semua tamu undangan yang hadir.
Usai membawakan lagu, tepuk tangan dari para tamu undangan dan juga Wali Kota Solo, Gibran menyambut turunnya Bahlil dari panggung. Gibran lalu berdiri dan menghampiri Bahlil seolah memberi apresiasi atas apa yang sudah dilakukan Menteri BKPM tersebut.
Acara yang termasuk dalam bagian Trade Investment and Industry Working Group (TIIWG) berlanjut dengan sajian lagu terakhir dari Diva Indonesia, Yuni Shara. Sebelumnya Yuni juga mampu membawa hiburan di malam ini lewat sejumlah lagu yakni Bubuy Bulan asal Jawa Barat, Jangkrik Genggong karya Waldjinah, Rek Ayo Rek dari Jawa Timur, lagu lawas Dewj Yul Pak Ketipung, Culo Culo dan Never Be Enough.
Gala Dinner ini berakhir pada pukul 20.30 WIB ditutup dengan lagu Poco-poco karya Yopie Latul. Semua tamu undangan delegasi G20 berdiri dan menari bersama penari latar, guest start Yuni Shara dan Edo Kondologit. Gibran pun nampak ikut menari kecil di antara para tamu undangan itu. Acara Gala Dinner G20 TWIIG berakhir dengan sesi foto bersama delegasi 14 negara, pejabat eselon dan tamu penting lainnya.







