Menteri Bahlil Puji Solo Tuan Rumah Presidensi G20 Terbaik, Delegasi Serasa di Rumah Sendiri

oleh
G20
Wali Kota Gibran dan Menteri Investasi Bahlil berfoto bersama pejabat eselon di Gala Dinner penutupan Presidensi G20 TWIIG di Pendapi Gede Balai Kota Solo, Kamis (7/7/2022) | MettaNEWS / Adinda Wardani

SOLO, MettaNEWS – Kota Solo berhasil menghelat Forum Perdagangan Industri dan Investasi atau Trade Investment and Industry Working Group (TIIWG) dengan memuaskan. Diadakan selama tiga hari, di hari pertamanya, para delegasi G20 hingga organisasi internasional disambut jamuan khas Keraton Surakarta di Welcome Dinner, Selasa (5/7) lalu.

Acara berlanjut di Alila Hotel Solo untuk sesi persidangan TIIWG, Rabu (6/7) dan Kamis (7/7) pagi. Kemudian serangkaian acara diteruskan dengan kirab Solo Batik Carnival (SBC) Kamis sore. Terakhir, Gala Dinner di Balai Kota Solo malam harinya mampu menjadi penutup yang manis.

Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka menuturkan segala upaya yang telah dilakukan bermaksud agar dapat meninggalkan kesan bagi para delegasi, tamu negara, maupun organisasi dunia.

“Saya berharap tamu-tamu kita semuanya betah di Solo, dan bisa meninggalkan kesan yang baik untuk mereka semua,” terang Gibran usai mengikuti Kirab Solo Batik Carnival (SBC) di Balai Kota Solo, Kamis (7/7/2022).

Sebuah penghormatan baginya, Solo telah dipilih menjadi tuan rumah presidensi G20 kali kedua. Dampak yang mengikuti, perekonomian berjalan dengan baik.

“Terima kasih Pak Menteri, Solo sudah dipilih menjadi tuan rumah untuk rangkaian acara G20 ini, ini efek ekonominya sangat berdampak sekali, terima kasih sekali untuk kepercayaannya,” paparnya.

Sementara itu, Menteri Investasi Republik Indonesia (RI)/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia, mengatakan Solo telah mampu menunjukkan wajah Indonesia di mata dunia. Pun dirinya sempat dibuat terkejut lewat Kirab Solo Batin Karnival yang ia ikuti sore harinya.

“Diakhiri dengan sebuah acara kirab SBC, sekaligus juga untuk mempromosikan batik dan saya jujur saja, suprise dari acara kirab tadi yang menurut saya sangat luar biasa sekali,” ungkap Bahlil.

Pihaknya tak segan memuji upaya Pemerintah Kota Solo dalam menghelat event G20 penuh kehangatan dan kekeluargaan. Dikatakannya, kehangatan serta keramahan Solo mampu membuat para delegasi bak di rumah sendiri.

“Tadi saya tanya ada sekitar beberapa negara, mereka punya kesan bahwa seperti di rumah sendiri, dan mereks merasa nyaman betul,” bebernya.

Baginya G20 kali kedua ini mampu menciptakan suasana kekeluargaan. Sebagai langkah awal untuk lebih mengenalkan Indonesia ke mata dunia, pihaknya menitipkan pesan untuk tetap memelihara nilai-nilai budaya.

“Ini sebuah start yang menurut saya sangat positif, yang kedua di dalam forum-forum perdebatan tadi secara ekonomi memang ada perbedaan-perbedaan pandangan tetapi kita sajikan dengan suasana kekeluargaan sehingga ini tidak menjadi sesuatu yang diperdebatkan panjang,” terangnya.

“Sekalipun negara kita negara demokrasi, tetapi nilai-nilai budaya kita selalu kita pelihara dengan baik dan terus kita sosialisasikan,” tambahnya.

Pengin menyisakan kesan ke dunia, lewat penghargaan perbedaan.

“Dampaknya kita pengin membuat kesan kepada global bahwa kami belajar demokrasi di negara lain, tetapi kami tidak pernah mempersoalkan perbedaan yang terjadi karena itu bagian dari kebesaran bangsa kita, dan kita berbeda-beda tetap satu, budaya, suku,” ucap Bahlil.

Ia pun menyebut Solo patut disebut pusat budaya dari sabang sampai merauke.

“Saya orang Papua, pertama kali pakai baju ini, paten juga ini. Ini nilai-nilai yang tidak ada di negara lain, ini contoh yang saya kita sampaikan ke teman-teman para delegasi. Solo pusat budaya dari sabang sampai merauke,” tutupnya.