SOLO, MettaNEWS – Sepekan setelah kebakaran melanda Pasar Mebel, Ngemplak, Gilingan, Banjarsari, para pedagang mebel mulai merobohkan bangunan, Selasa (10/5). Setidaknya pedagang dari 25 kios yang terbakar dari total 85 kios mulai membongkar bangunan non permanennya. Beberapa sisa bangunan kios yang terbakar habis pun nampak sudah dirobohkan. para pedagang pun juga mengumpulkan puing-puing sisa kebakaran.
Hal ini lantaran para pedagang diberi batas waktu hingga 20 Mei mendatang untuk pindah ke pasar darurat. Dimana pasar darurat ini terbagi menjadi dua tempat yakni Jalan DI Panjaitan No 6, Stabelan dan depan SMP 4 Solo, Jalan DI Panjaitan No 14. Keduanya merupakan bekas pasar darurat Pasar Legi.
Masih menunggu pembangunan sentra industri dan menengah (IKM) yang direncanakan dibangun di eks Bong Mojo, Jebres, para pedagang mebel dapat menempati pasar darurat selama 1,5 hingga 2 tahun. Beberapa pedagang pun mulai persiapan pindah ke pasar darurat, terdapat pula para pedagang yang hanya pasrah tidak melakukan aktivitas baik produksi maupun merapihkan bangunan. Sementara untuk pedagang yang kiosnya tidak terbakar masih melakukan aktivitas produksi dan finishing.
Belum dapat merapikan semua barang-barang mebel, Sumarji, salah satu pedagang yang memiliki 7 kios ini pada saat kebakaran 5 kiosnya habis dilahap si jago merah. Masih menunggu pembagian kios di pasar darurat, pihaknya juga mencari tempat lain yang bisa disewa untuk tempatnya berdagang dan produksi mebel.
“Sementara belum bisa pindahan. Ini baru nyari tempat lain. Di pasar darurat itu kan belum disusun. Temen-temen masih menunggu kapan waktu untuk pindah. Prosesnya belum bisa bekerja,” ucap Sumarji saat ditemui di Pasar Mebel Gilingan, Selasa (10/5/2022).
Sumarji yang juga menjadi perwakilan saat audiensi dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Solo menyebut, pindahan para pedagang ke pasar darurat seharusnya dijadwalkan hari ini, Selasa (10/5). Para pedagang lain nampak sudah melakukan persiapan pindah.
“Persiapan untuk pindah ke tempat darurat, ya harus dibersihkan. Daripada nanti dibersihkan Satpol PP, lebih baik dibersihkan sendiri. Sisa-sisanya bisa digunakan lagi,” tutur Sumarji.
Rencananya pada hari pula bantuan seng dan kayu dari Pemkot Solo untuk para pedagang datang pada hari ini.
“Informasi dari pak lurah, kemarin sudah diberitahu Selasa tanggal 10 nanti bantuan seng sama kayu bisa sampai sini,” sebutnya.
Menunggu tindak lanjut lain dari Pemkot Solo, pihaknya menyebut anggaran relokasi ini termasuk anggaran baru yang masuk pada tahun ini.
“Gimana pemerintah nanti, apa sampai 2 tahun, 1 tahun nggak tahu. Masalahnya kan kisaran barang belum masuk anggaran tahun ini. Dananya belum cair, kapan dibangun,” ucapnya.
Sementara itu, Suamah, salah satu pedagang yang kiosnya juga terbakar menyebut beberapa barang yang tidak jadi abu saat kebakaran menjadi bukti untuk pengajuan bantuan.
“Kalau kios saya 3, yang nggak kebakar 1. Belum ada bantuan lagi proses pengajuan,” sebut Suamah.
Sehari setelah kebakaran, yakni pada Rabu (5/5) para pedagang melakukan audiensi dengan Pemkot Solo.
“Belum pindahan, tempat yang di pasar darurat nggak cocok, nggak sesuai. Ini lagi bongkar-bongkar. Harusnya kan tanggal 10 Mei ini pindah. Terus ini ditambahi 10 hari lagi,” tutupnya.








