SOLO, MettaNEWS – Sebagai awal Kota Solo dijadikan tuan rumah gelaran ASEAN Para Games (APG) 2022, penyerahan bendera oleh Petinggi Asean Para Sports Federation (APSF) digelar, Senin (9/5) malam di Pura Mangkunegaran. Dihadiri Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (KGPAA) Mangkunegara X dan Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka, penyerahan bendera APSF diberikan oleh Presiden APSF Maj. Gen. Osoth Bhavilai kepada Ketua Umum NPC Indonesia Senny Marbun dan selanjutnya diserahkan kepada Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka sebagai perwakilan dari kota penyelenggara ASEAN Para Games 2022.
APG ini sebelumnya direncanakan digelar di Myanmar pada 2019 lalu. Namun karena pandemi, pada tahun 2020 lalu Myanmar mundur dan digantikan Filipina. Direncanakan ulang pada 2021 lalu, Filipina memutuskan untuk mundur hingga Indonesia pun menjadi pengganti tetap. Ditemani beberapa venue di kabupaten lain, vanue lain di Sukoharjo dan di Karanganyar masih dalam tahap pengerjaan.
Kedatangan APSF juga bertujuan untuk memantau kondisi venue untuk event APG. Ketua National Paralympic Committee (NPC) Indonesia, Senny Marbun menyebut persiapan APG masih terdapat kekurangan di kolam renang. Meskipun begitu, pihaknya optimis pemerintah akan segera menuntaskan masalah fasilitas.
“Persiapan sudah berjalan semua, nggak masalah. Kalau kurang dikit ya biasalah itu. Sudah kita selesaikan semua. Yang kurang cuma kolam renang, sudah beres lah harusnya bisa,” ucap Senny Marbun kepada awak media usai acara, Senin (9/5/2022).
Merupakan pekerjaan negara, Senny menyebut pembatalan tuan rumah oleh beberapa negara dan akhirnya menjadikan Indonesia sebagai tuan rumah seharusnya dapat dimanfaatkan dengan baik.
“Hangzhou kan sudah menyatakan ini batal semuanya. Ini kalau nggak jadi, temen-temen ASEAN, NPC nya bisa stres semua. Nggak ada tempat buat bertanding. Jadi salah satu complain ya ini,” tuturnya.
Sebelumnya, Vitenam menjadi negara terpilih sebagai tuan rumah APG 2022 mundur dan hanya akan menyelenggarakan APG pada 12-23 Mei mendatang. Sehingga sejak 14 Januari lalu, Kota Solo, Indonesia secara resmi menjadi tuan rumah yang baru.
Merupakan gelaran yang dinilai sangat bagus, pihaknya menyebut penyerahan bendera merupakan regulasi yang sesuai.
“Ada penyerahan bendera dulu ke saya lalu ke mas Gibran. Itu simbol bahwa APG akan diselenggarakan di Jawa Tengah,” kata Senny.
Akan menjadi perhelatan olahraga berstandar internasional, pasalnya peraturan presiden (Perpres) belum selesai dikerjakan. Hal ini pun menyebabkan penetapan Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka sebagai Ketua Inaspoc (Indonesia ASEAN Para Games Organizing Committee), belum dapat dilakukan.
Meskipun begitu, peraturan presiden (Perpres) dikatakan Senny tetap diadakan. Pihaknya menyebut, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) akan memikirkan mengenai penyelenggaran APG.
“Perpres pasti turun, karena kesibukan Pak Presiden kan ada G20, ada lain-lain, pasti concern lah. Yang paling penting diselenggarakan di Jateng, untuk teknisnya nanti menyusul,” tambahnya.
Sementara itu, Presiden APSF Maj. Gen. Osoth Bhavilai merasa sangat senang dengan diselenggarakannya APG di Indonesia. APSF sangat mengapresiasi komitmen Kota Solo untuk menjadi tuan rumah APG 2022. Dengan event ini, APSF berharap bahwa adanya persatuan antar negara ASEAN dapat lebih maju dan solid setelah pandemi Covid-19.
“Sangat senang dan bersemangat dengan adanya penyelenggaran APG disini. Kita tidak ketinggalan dengan teman-teman atlet yang bukan difabel,” ucap Maj. Gen. Osoth Bhavilai.
“Satu-satunya yang masih menggajal sampai saat ini adalah kolam renang. Bukan berarti tidak percaya, kita cuma cemas saja. Karena waktunya mepet banget, tapi kami berharap pada waktunya nanti kolam renang beserta seluruh fasilitas pendukungnya sudah selesai saat gelaran,” pungkasnya.
Menanggapi hal ini, Gibran menyebut pembangunan fasilitas di Karanganyar sudah disanggupi untuk selesai. Akan selesai selama 2 bulan, pihaknya yakin segela fasilitas dapat segera rampung.
“Kalau di Solo tinggal pembenahan kecil-kecilan, terutama toliet. Segera, nanti biar difabelnya lebih nyaman, lebih baik. Hotel, venue sudah dicek, aman,” ucap Gibran.








