Semarak Seabad Nahdlatul Ulama, Perdana Gelar Porseni di Solo

oleh
Porseni Nahdlatul Ulama
Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Miftah Faqih saat ditemui media usai rapat koordinasi di balaikota Solo Senin (9/1/2023) | MettaNEWS / Kevin Rama

SOLO, MettaNEWS – Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) menjadi pilihan Nahdlatul Ulama (NU) dalam memperingati 1 abad (100 tahun). Digelar di Wilayah Solo, perlombaan Porseni NU akan berlangsung dari tanggal 14-21 Januari 2023.

“Untuk porseni ini persiapannya sudah mencapai titik akhir. Jadi insyaallah semuanya sudah siap. Rapat ini untuk mempertemukan semua pihak yang terkait. Running dari kedatangan hingga kepulangan peserta, hinggat event yang akan dilaksanakan,” ungkap Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Miftah Faqih Senin (9/1/2023).

Event bersekala Nasional ini menjadi salah satu dari sembilan rangkaian acara yang akan digelar dalam momen hari lahir NU 7 Februari 2023 mendatang.

Dalam Porseni NU ini akan ada 6 perlombaan yaitu sepak bola, bola voli, bulu tangkis, pencak silat dan gerak jalan.

“Sedangkan dua unsur seni adalah qiroatul kitab kuning, dan sholawat serta hafalan Al-Quran,” ungkap Miftah.

Perlombaan ini akan diisi putra putri madrasah dari pengurus wilayah (PWNU) di Indonesia. Dengan rentang umur 17 – 23 tahun atau SMA sederajat hingga perguruan tinggi.

“Yang akan datang sekitar 40 ribu, itu termasuk atlet, ofisial, panitia dan pengembira. Dan ini akan dipisahkan per-provinsi,” kata Minftah.

Pergelaran kali ini akan mengunakan banyak Venue. Namun pihak panitia belum mengkonfirmasi venue mana saja yang bakal digunakan.

Awalnya pembukaan Porseni NU ini akan digelar Stadion Manahan. Namun karena dalam masa sterilisasi piala dunia U20, pihak panitia mencari alternatif lain.

“Stadion Manahan, Kottabarat dan Sriwedari tidak bisa digunakan. Kita akan buka tanggal 16 Januari di GOR Sritex Arena. Nanti rencananya pak gubernur Jawa Tengah (Ganjar Pranowo) yang akan mewakili pembukaan Porseni ini,” papar Miftah.

Selanjutnya untuk penutupan dilakukan tanggal 21 Januari 2023. Miftah mengungkapkan Presiden Joko Widodo akan datang dan mengikuti jalan sehat bersama dengan para peserta Porseni NU pada tanggal 22 Januari 2023.

Miftah mengaku pemilihan kota Solo sebagai tempat penyelenggaraan, lantaran Kota Bengawan sebagai titik tengah Pulau Jawa. Selain itu mudah dijangkau melalui darat, laut dan udara.

“Karena di Solo ini dekat dengan bandara, stasiun, terminal. Maka dari itu Solo adalah kota yang tidak pernah tdur,” tandasnya.

Miftah berharap dengan terselenggaranya Porseni NU ini, dapat menjaring bibit-bibit atlet baru. Sehingga dapat ditingkatkan menuju nasional maupun internasional.

Sembilan perayaan 1 Abad Nahdlatul Ulama

Perayaan 100 tahun momen hari lahir Nahdlatul Ulama akan mengelar 9 acara besar dengan sekala Nasional dan internasional.

 

Dilansir dari nu.or.id, 9 acara peringatan yang akan digelar yakni :

Pertama, Religion 20 atau R20. Kegiatan ini merupakan forum dialog pemimpin agama sedunia. Kegiatan ini untuk menyatukan pandangan berkaitan dengan isu strategis. Tokoh agama, mewakili agama dunia dan punya peran strategis dalam dunia.

Kedua, Muktamar Internasional Fiqih Peradaban. Kegiatan ini merupakan konferensi internasional yang menghadirkan para pemikir dan fuqaha, pemuka agama Islam dunia untuk merumuskan berbagai masalah dengan sudut pandang fiqih. Hal ini tentu harus berdasarkan teks-teks dan dihubungkan dengan konteks terkini.

Ketiga, Festival Tradisi Islam Nusantara. Ia mengungkapkan bahwa tradisi Islam begitu beragam di wilayah Nusantara. Hal ini perlu ditampilkan dalam berbagai pertunjukan dengan melibatkan masyarakat di akar rumput.

Keempat, gerakan kemandirian NU, meliputi inovasi di bidang ekonomi dan juga meliputi upaya untuk mengatasi persoalan besar, salah satunya lingkungan hidup.

Kelima, NU Tech. NU menghadapi abad kedua ini, menurutnya, harus disiapkan untuk menggunakan platform yang sejalan dengan dunia. Ia mengatakan, banyak anak muda NU berkecimpung di dunia teknologi yang kita harapkan bisa berkontribusi besar dalam pengembangan hal itu di NU.

Keenam, Pekan Olahraga dan Seni NU, sebuah ajang mewadahi sporitivitas di kalangan Nahdlatul Ulama dengan melibatkan masyarakat luas yang ingin berpartisipasi.

Ketujuh, Anugerah Tokoh An-Nahdlah. Program ini merupakan penghargaan tokoh inspiratif. Banyak tokoh NU yang bergerak senyap, tapi berdampak luar biasa dalam menjaga suasana kebatinan masyarakat.

Kedelapan, NU Women. Program ini merupakan satgas perempuan yang difungsikan untuk mendampingi masyarakat dalam mendampingi isu besar dan strategis. Ada tiga fokus, yakni (1) perdagangan orang (human trafficking), (2) perlindungan perempuan dan anak, dan (3) perubahan iklim dan lingkungan hidup.

Kesembilan, resepsi puncak harlah NU yang akan dilaksanakan di Jakarta pada tahun mendatang. Menurutnya, ini merupakan peristiwa besar-besaran secara fisik NU dari seluruh dunia. Ada capaian dalam kuantitatif yang tinggi, seperti pembacaan 1 miliar shalawat.