SOLO, MettaNEWS – Sejumlah kerbau bule (albino) pusaka Keraton Surakarta terjangkit Penyakit Mulut Kuku (PMK), bahkan seekor di antaranya mati, Kamis pagi. Dalam pemeriksaan Sabtu (23/7/2022) pagi, ternyata PMK juga terindikasi pada kerbau-kerbau di kandang lain yang kemarin tampak sehat. Dengan kondisi semacam ini, Keraton tidak akan memaksakan mereka ikut tradisi kirab 1 Sura minggu depan.
Ketua Pengelola Alun-alun Selatan, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Timoer Rumbai Kusuma Dewayani menyebut kerbau Keraton Surakarta tak memungkinkan untuk dilibatkan dalam Kirab 1 Sura. Menghitung jarak pelaksanaan yang lebih cepat dibandingkan pemulihan, pihaknya pun akan fokus pada kesehatan kerbau.
“Pemulihan kalaupun sudah sehat bisa sampai dua minggu sampai satu bulan sedangkan Sura tinggal menghitung hari satu minggu lagi tinggal hari Sabtu besok, kelihatannya tidak memungkinkan untuk keluar,” terang GKR Timoer kepada awak media, Sabtu siang.
Diibaratkan seperti tubuh manusia yang sedang sakit, pihaknya tak ingin kerbau-kerbau keturunan Kiai Slamet dipaksa mengikuti kirab.
“Karena kita tepakke awake dhewe (ibaratkan tubuh kita sendiri) saja badan kita kalau sedang sakit kemudian apa disuruh mlaku-mlaku cerak (jalan-jalan seputar) alun-alun kan ya sakit tambah atau timbul sakit yang baru, saya fokus ke pemulihan,” tegasnya.
Keraton Surakarta memiliki 18 ekor kerbau bule. Awalnya, yang terkena PMK adalah 7 ekor kawanan inti yang biasa bertugas memimpin kirab 1 Sura. Namun, dalam pemeriksaan selanjutnya, kerbau-kerbau di kandang lain yang tampak sehat pun terindikasi PMK.
Sabtu siang, seusai memeriksa dan mengobati kerbau yang sakit di kandangnya di Alun-alun Kidul, Agus Sasmito Kepala Bidang Veteriner Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Solo, menyatakan pihaknya melakukan isolasi kepada 7 kerbau yang sudah positif PMK. Sementara itu, kepada 10 ekor kerbau lainnya, diberikan vaksinasi.
Setelahnya Agus mengaku akan melihat perkembangan hingga 5-6 hari ke depan. Untuk menghindari kondisi kesehatan kerbau agar tak semakin menurun, pihaknya tak menyarankan untuk tetap melibatkan kerbau dalam Kirab 1 Sura. Terlebih kerbau-kerbau tersebut dikatakannya masih dalam masa pemulihan.
“Kita lihat perkembangan hingga Kamis atau Jumat, kalau dipakai kirab kasihan juga kan masa pemulihan, nanti pincangnya bukan karena PMK tetapi karena yang lain. Paling cepat 2 minggu, terus kemudian bisa sampai satu sampai dua bulan tergantung dengan kondisi hewan dan perawatan dari pemilik hewan, pemilik hewan yang care (peduli) seperti di keraton ini mungkin kesembuhannya lebih cepat,” tutupnya.








