Sejumlah Fakta Menarik di Balik Serial Mbah Yai Bakar Production

Bakar Production, Yahya Cholil Staquf, Mbah Yai
Ketua Umum PB NU KH Yahya Cholil Staquf bersama awak Bakar Production | MettaNews/Ari Kristyono

SOLO, MettaNEWS – Selama lima episode yang tayang awal tahun ini, komedi situasi Bakar Production di channel Youtube menayangkan mini seri Mbah Yai. Kisah seorang kiai yang tanpa pamrih membimbing kehidupan rohani para warga Kampung Riwil di masa silam.

“Saya kebetulan berlatarbelakang NU juga, dari Pati. Maka, kisah ini saya dedikasikan untuk Nahdatul Ulama yang saat ini usianya menapak satu abad,” tutur sutradara Dwi Moestanto di lokasi syuting di Kampung Ngipang, Kadipiro, Kecamatan Banjarsari, Solo, Minggu (22/1/2023).

Ada sejumlah fakta menarik di balik serial Mbah Yai, di antaranya sebagai berikut.

Mbah Yai Hanyalah Tokoh Fiktif

Kiai Abdul Salam bin Samsuri alias Dul Salam, tokoh pembimbing agama di Kampung Riwil, hanyalah sosok fiktif. Billy Aldi Kusuma, pemeran Pak RT menuturkan untuk membuat sosok itu tampak nyata, mereka membuat properti makam di salah satu pemakaman umum tidak jauh dari lokasi syuting.

“Kuburannya beneran, tapi khusus makam Mbah Yai itu properti. Nama Abdul Salam diberikan oleh Ketua Umum PB NU, Yahya Staquf. Saya tidak tahu alasan atau maksud nama itu. Tadinya Salim, nisan sudah jadi, ternyata ganti jadi Salam. Jadi kita ubah sedikit,” ujarnya.

Ketua PB NU Berterimakasih untuk Mbah Yai

Ketua Umum PB NU, Yahya Cholil Staquf, Minggu siang menyempatkan berkunjung ke Kampung Riwil, usai acara jalan sehat Seabad Nahdatul Ulama di Solo yang juga mengundangPresiden Jokowi.

Gus Yahya, menyatakan kegembiraannya dan rasa terimakasih karena mendapatkan hadiah dari Bakar Production.

Tentang sosok kiai desa yang digambarkan dalam serial Mbah Yai, Gus Yahya mengatakan memang seperti itulah Nahdatul Ulama.

“Jangan pernah lupakan kiai-kiai di desa. Karena dari merekalah NU ada,” ujarnya saat wawancara dengan MettaNews.

Langgar Mbah Yai Segera Jadi Beneran

Untuk properti syuting, Bakar Production membangun sebuah langar (masjid kecil) dari bambu, di sebuah tanah kosong di lingkungan syuting. Bangunan knock down itu memang tampak sedikit lebih kokoh dari umumnya properti film. Itu karena, di masa mendatang langgar itu benar-benar akan berfungsi sebagai tempat ibadah umat Muslim di Kampung Riwil.

“Ini nantinya akan jadi langgar beneran, ulamanya sudah ada dari lingkungan kampung di sini. Kebetulan juga pemilik ini sudah setuju untuk menghibahkan tanah ini untuk jadi masjid,” tutur Dwi Mustanto.

Dimeriahkan Dalang Ki Sigid Ariyanto

Ada sedikit bumbu konflik dalam serial Mbah Yai, namun pada akhir serial nanti akan berujung happy ending seperti biasa.

“Iya, nanti akhirnya ya haul tetap terlaksana. Nanti meriah, nanggap wayang. Dalangnya Ki Sigid Ariyanto dari Jepara. Nanti tunggu saja tayangnya,” tutup Dwi Mustanto.