SOLO, MettaNEWS – Dalam upaya pemberdayaan santri melalui program Santri Kerja Nyata (SKN), Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Solo melepas 42 santri Pondok Pesantren (Ponpes) Salaf Tegalrejo, Magelang ke 5 kecamatan di Solo, Rabu (30/3) di Rumah Dinas Loji Gandrung. Sebelum para santri tersebut menyelesaikan pendidikannya, terlebih dahulu diterjunkan di masyarakat untuk berkarya secara nyata.
Ketua Baznas Solo, Muhamad Qoyim menyebut kerja nyata para santri diaplikasikan melalui didikan aqidah, akhlak dan ilmu agama yang akhirnya ditransfer ke masyarakat. Ditempatkan di masjid-masjid di 5 kecamatan di Solo, pihaknya juga menuturkan para santri tidak hanya menerapkan kegiatan keagamaan melainkan kegiatan sosial masyarakat seperti rapat dan acara warga.
“Nantinya para santri dapat mengajari masyarakat terutama anak-anak yang akan menjadi generasi penerus. Kegiatan itu seperti ngaji, salat, bagaiamana berbakti kepada orangtua, pimpinan, bersedekah, zakat dan menghormati sesama. Selain itu, para santri nantinya juga dapat menjadi imam atau da’i atau pengisi khotbah saat salat jumat,” ungkap Qoyim usai acara pelepasan santri di Rumah Dinas Loji Gandrung, Rabu (30/3/2022).
Meskipun Kampung Kauman memiliki kekhasan Ramadan dan segala kegiatan keagamaannya lainnya ini, Qoyim menuturkan kegaiatan para santri tidak hanya berfokus pada kampung yang memiliki julukan kampungnya orang beriman ini saja. Setiap tahunnya program SKN ini dilakukan saat bulan Ramadan untuk nantinya dilihat dari pelaksanaan sehingga dilakukan evaluasi.
“Para santri yang sudah mendapatkan ilmu di Pondok Pesantren nantinya tidak hanya akan menanamkan nilai keagamaan saja tapi juga nilai adab. Sehingga nantinya mereka akan menjadi manusia yang berkualitas,” tambahnya.
Sementara itu, Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming yang batal hadir dalam acara tersebut, diungkapkan Qoyim, Gibran berpesan agar para santri yang mengikuti program SKN dapat memberikan nuansa islam yang rahmatan lil alamin yaitu islam yang memberikan rahmat ke semua umat.
Selain program SKN, Baznas Solo juga memiliki program pemberdayaan ekonomi mikro berbasis masjid. Program ini diurus oleh pengurus masjid maupun jamaah yang aktif dengan potensi berniaga. Pihaknya menyebut saat kondisi pandemi yang memuncak pada tahun lalu, menyebabkan banyaknya pedagang yang tidak bisa berjualan. Sehingga hal ini menyebabkan banyaknya pengangguran dan turunnya produktivitas perekonomian.
Baznas Solo berupaya membangkitkan perekonomian melalui sejumlah masjid di Solo. Mendekati bulan Ramadan, Qoyim menuturkan masyarakat dapat memanfaatkan momentum ini dengan baik melalui penyediaan makanan dan minuman Berbuka Puasa.
Bekerjasama dengan Bank Indonesia (BI), pihaknya menyebut sudah ada 25 gerobak yang diberikan ke 5 kecamatan di Solo. Tidak hanya membantu modal usaha, pihaknya juga akan lakukan pendampingan usaha.
“Kami akan membantu sebanyak 25 masjid di 5 kecamatan Solo dengan melakukan kerjasama dengan masjid yang memiliki marbot (pengurus) masjid mau diberdayakan dari sisi ekonominya melalui Baznas,ungkap Qoyim.
Untuk mendapatkan bantuan tersebut, pihaknya menyebut masjid harus terdaftar sebagai unit pengelola zakat Baznas, memiliki susunan pengurus dan memiliki lingkungan yang dinamis dalam artian makmur. Saat ini jumlah pendaftar yang sudah mencapai 25 peserta ini nantinya akan kita seleksi,” pungkasnya.







