Sampah dan Bau Menyengat Kali Pepe, PR Besar di Tengah Geliat Wisata Perahu Hias

oleh
Grebeg Sudiro
Perahu hias melewati Kali Pepe, Kota Solo, Selasa (10/1/2023) | MettaNEWS / Adinda Wardani

SOLO, MettaNEWS – Wisata perahu hias Grebeg Sudiro miliki PR besar berupa kebersihan rute Kali Pepe selama 20 hari kedepan. Banyaknya sampah dan bau kurang sedap membuat wisata ini kurang bisa menarik pengunjung lebih banyak.

Lurah Sudiroprajan Asthywiana Swastiyani Leo mengatakan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kelurahan Sudiroprajan telah membersihkan sampah Kali Pepe tiap perahu akan beroperasi. Sayangnya kiriman sampah ketika hujan membuat Kali Pepe kembali kotor.

“Untuk masalah persampahan memang masih jadi PR bagi kami. Karena hal ini juga tidak dapat kami pungkiri, kami menerima kiriman sampah dari kabupaten sekitar,” ujar dia.

Untuk itu Pokdarwis bekerjasama dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) mengantisipasi kiriman sampah dengan menutup pintu air Demangan.

“Kami sudah menghubungi BBWS, karena untuk kewenangan buka tutup air, untuk membersihkan area Sungai Kali Pepe ini memang tanggung jawab BBWS,” katanya.

“Nanti akan kami koordinasi secara lanjut untuk membuka pintu air, agar sampah-sampah yang masih tergenang bisa segera tersingkirkan dari wisata air ini,” tambahnya.

Selain sampah, PR lain dari wisata perahu hias ialah mural. Sebab keberadaan mural sejatinya memperindah pemandangan sepanjang perjalanan.

“Ini untuk muralnya, kami masih dalam proses. Ini tadi saya sampaikan bahwa karena mulainya dengan kondisi mendadak, jadi muralnya baru dikerjakan di beberapa titik. Kan bisa dilihat, ada beberapa mural yang sudah terkikis warnanya dan ada mural yang baru,” jelasnya.

Penumpang Perahu Hias Mengeluh Kali Pepe Bau

Sebelumnya salah seorang pengunjung Arif (29) mengeluhkan bau tak sedap dari Kali Pepe saat menaiki perahu wisata hias.

“Sungainya bau menyengat ini kan juga ada sampahnya. Padahal kesini karena penasaran juga bareng istri jajal perahu wisata ya sekalian buat pengalaman. Tapi overall bagus sih tiketnya juga aman di kantong,” ujar Arif.

Destinasi ini pertama kalinya ia coba ketika berkunjung ke Kota Solo. Meski sudah cukup meriah baginya wisata perahu hias harus lebih bagus lagi. 

“Sensasi pertama kali menyusuri Kali Pepe seru juga, cuma untuk lampionnya bisa lebih banyak lagi. Perahunya sudah bagus, cuma lampu-lampu masih kurang sedikit. Harga tiket sudah aman di kantong, mungkin nanti mau kesini pas hari puncaknya paling ramai kan biasanya,” tutupnya.