SOLO, MettaNEWS – Luapan air saluran induk Pasar Legi membuat Dinas Pekerja Umum dan Pekerjaan Rumah (DPUPR) turun tangan untuk perbaikan, Jumat (17/6/2022). Meluap akibat sampah yang menyumbat membuat genangan selama beberapa hari.
Mengganggu aktivias pasar, petugas DPUPR membersihkan sampah dari dalam saluran air. Diketahui sampah yang berasal dari aktivias pasar ini bermula dari sampah yang terbawa saluran Pasar Legi hingga menyumbat saluran induk.
“Baru beberapa hari ini langsung kita tindak lanjuti, antisipasi jangan sampai menbuang sampah di dalam saluran, itu kuncinya,” terang Gunarna Penanganan Penuntasan Saluran Mampet dan Pemeliharan Pembersihan DPUPR, Jumat (17/6/2022).
Sejumlah sampah seperti botol minuman, jagung dan plastik ditemukan petugas saat membersihkan saluran. Sehingga pihaknya menghimbau para pedagang maupun pengunjung untuk tidak menbuang sampah ke saluran air.
“Pokoknya jangan sampai terulang lagi masalahnya sampah terutama plastik, plastik kalau sudah lengket dia ikut menggalir,” tegasnya.
Adanya keluhan dari masyarakat, lokasi pasar yang merupakan naungan Dinas Perdagangan (Disdag) Solo membuat koordinasi dengan DPUPR.
“Akses pembuangan dari Pasar Legi tersumbat. Saya suruh cek tersumbatnya itu ada apa biar tidak menggenang jalan biar pasar tidak ada genangan air di dalam pasar. Ada keluhan airnya di jalan mengotori pedagang mau masuk kotor,” ucap Heru Sunardi, Kepala Disdag Solo.
Sementara itu, Lurah Pasar Legi Nurahmadi menyebut pihaknya telah mengatur pembersihan pasar rutin. Telah menyediakan tempat sampah yang cukup, ramainya pengunjung membuat kemungkinan sampah jadi tal terkendali.
“Ini campur wong namanya selokan ada juga sampah endapan daging. Sebenarnya tempat sampah sudah kami sediakan tapi namanya orang banyak, pengunjung juga bisa jadi banyak aktiviasnya juga ramai. Kalau kebersihan pihak kami ada penyapuan dua kali pagi sama sore. Rencana juga yang masuk dini hari juga,” terang Nurahmadi.
Mengetahui hal ini pihaknya akan terus menghimbau ke para pedagang maupun pengunjung untuk tertib dalam membuang sampah agar tak ada lagi saluran yang tersumbat.









