Agustus, Pemkot Solo Janji Pedagang Pasar Joglo Dapat Tempati Pasar Darurat

oleh
pasar joglo
Pasar Joglo, Banjarsari, Solo yang terletak di sekitar proyek rel layang Simpang 7 Joglo, Jumat (17/6/2022) | MettaNEWS / Adinda Wardani

SOLO, MettaNEWS – Masuk di awal anggaran Pemerintah Kota (Pemkot) Solo, relokasi Pasar Joglo yang terdampak pembangunan rel layang tak dapat dilakukan dengan segera. Lantaran tak disiapkan sebelumnya, relokasi pasar tidak dapat dilakukan sebelum pembangunan rel di Simpang Tujuh Joglo dimulai.

Hingga proses pembangunan tahap satu sudah mencapai presentase 80 persen, pasar ini akhirnya menjadi hambatan untuk meneruskan ke tahap dua. Diketahui proyek ini telah menggeser sisi barat Simpang Tujuh Joglo sejauh 9 meter.

Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Solo, Heru Sunardi mengatakan sebanyak 86 pedagang akan dipindah ke pasar darurat di Makam Bonoloyo di Bulan Agustus sembari menunggu pasar permanen di eks SDN Sekip rampung.

“Kami sudah dua kali sosialisasi ke pedagang sudah kita sampaikan. Kan itu atas permintaan pedagang, ini mau kita siapkan dulu pasar darurat jadi pedagang masuk nanti kegiatan Wika sudah bisa berjalan normal,” terang Heru saat ditemui MettaNEWS di Pasar Legi, Jumat (17/6/2022).

Saat ini aktivitas berdagang di Pasar Joglo masih ada. Sehingga sebelum pindah pihaknya akan mempersiapkan lokasi dengan matang.

“Untuk menuju beraktivitas karena itu ketahuannya di awal tahun anggaran sehingga kita tidak menyiapakan. Ini kita siapkan untuk kegiatan-kegiatan yang menampung pedagang,” terang Heru.

Diketahui pembangunan elevated rail ini memiliki tiga tahapan, yakni untuk tahap satu pekerjaan peralihan track, tahap dua pekerjaan sub struktur jembatan dan tahap tiga pekerjaan super struktur rangka baja.

Sebelumnya Site Mangaer PT Wijaya Karya, Dendy Prakasa menyebut jika tak segera direlokasi terdapat kemungkinan pembangunan rel layang tak sesuai waktu timeline.

“Kendala tahap dua nanti itu karena Pasar Joglo kalau itu nggak segera dipindahkan pada tahap satu ini berarti untuk tahap duanya kemungkinan bisa mundur,” ucap Dendy saat ditemui di Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Solo, Kamis (16/6/2022).

Agar tak menghambat waktu pengerjaan pihaknya akan melakukan koordinasi dengan Disdag Solo untuk relokasi.